Minggu, 24 Maret 19

Stroke Renggut Nyawa Bapak Medsos Indonesia Nukman Luthfie 

Stroke Renggut Nyawa Bapak Medsos Indonesia Nukman Luthfie 
* Nukman Luthfie. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat media sosial (medsos) Nukman Luthfie mengembuskan nafas terakhirnya di RS Bethesda Yogyakarta, Sabtu (12/1/2019) pukul 22.15 WIB. Penyakit stroke telah merenggut nyawanya. Jenazahnya dimakamkan di Kendal, Jawa Tengah (Jateng), pada hari ini Minggu (13/1).

Nukman dilahirkan di Semarang, Jateng, 24 September 1964. Ia  pengusaha, konsultan, dan pembicara di bidang pemasaran digital. Atas kiprah dan prestasinya di dunia pemasaran digital dan medsos (media sosial), maka ia dikenal sebagai Bapak Medsos Indonesia.

Sebelumnya ia adalah seorang jurnalis Koran Bisnis Indonesia dan Majalah SWA. Ia mulai berkiprah di bidang internet sejak menjadi Content Manager PT Agranet Multicitra Siberkom (AGRAKOM) dan kemudian menjabat Internet Services Director. Agrakom inilah yang melahirkan situs berita Detik.com pada tahun 1998. Nukman kemudian menjadi Direktur Marketing Detik.com pada 1999. Pada tahun 2003, ia mundur dari Detik.com dan mendirikan Virtual Consulting yang bergerak di bidang konsultan digital marketing.

Ia banyak diminta berkomentar mengenai fenomena internet, khususnya media sosial di televisi.[1]

Nukman melahirkan beberapa bisnis digital, termasuk PortalHR.com di bidang sumber daya manusia, dan Jualio.com—sebuah platform e-commerce berbasis media sosial.

Jarang Kecopetan Ponsel

Dalam suatu kesempatan Nukman mengatakan, zaman sekarang sepertinya jarang orang kecopetan ponsel. “Lha ponselnya dipegang terus kok, dipelototi terus,” kelakarnya seraya menirukan tingkah pengguna gadget dengan lucu.

Candaan Nukman benar adanya. Pemandangan seperti itu bisa dengan mudah kita temukan di mana saja. Ibaratnya, ponsel berpadu dengan media sosial (medsos) seperti Facebook dan Twitter mampu membuat orang di pusat perbelanjaan, di halte bus, di hampir semua tempat, berjalan menunduk, sibuk berjejaring sosial.

“Sebagian besar pengguna medsos itu akan ketagihan. Anytime dia bisa ngetweet atau update status dia akan update,” kata pengamat medsos ini dalam sebuah kesempatan.

Ya, bukan asal jeplak, kenyataannya fenomena tersebut memang sudah merasuk dalam kehidupan sehari-hari. Akses ke internet menjadi tak terbatas, dipicu oleh maraknya penggunaan perangkat mobile.

Begitu booming, sampai-sampai media luar negeri The Economist pernah memuat artikel berjudul “Eat, Pray, Tweet” sebagai plesetan dari judul film “Eat, Pray, Love” yang dibintangi Julia Robert untuk menggambarkan fenomena medsos di Indonesia.

“80% gadget di Indonesia sudah bisa dipakai internetan. Bahkan ponsel murah sekalipun,” kata ayah tiga anak ini.

Sebanyak 46% pengguna perangkat mobile rajin ngetweet dan 48% rutin mengecek Facebook saat akan tidur atau bangun tidur.

‘Trending Topic’

Berita tentang wafatnya Nukman menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pengamatan obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Minggu (13/1) pukul 9.41 WIB kata kunci Nukman Luthfie ditelusuri lebih dari 10.000 kali. Di Twitter wilayah Indonesia pun berita kepergian Nukman menjadi trending topic. (arh)

 

Baca juga:

Puasa dan Stroke

Kesabaran Merawat Ibu yang Terkena Stroke

Kematian Akibat Stroke dari Manipulasi Chiropractic pada Leher

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.