Minggu, 29 November 20

Stress Kerja Bisa Ubah Anda Jadi Balita

Stress Kerja Bisa Ubah Anda Jadi Balita

Obsession News – Baru-baru ini sebuah studi menemukan bahwa seseorang menghadapi tugas-tugas stres dapat mengurangi kemampuan mental, parahnya bertingkah seperti anak kecil alias balita.

Orang yang berfikir, mereka tampil lebih baik di bawah tekanan, menurut para ilmuwan, kenyatannya berdampak stress akut, dapat menurunkan kemampuan otak untuk berpikir kritis, mengungkapkan pendapat, dan membuat keputusan praktis.

Seperti dilansir Press Association, telah diuji coba dua kelompok 100 relawan dalam menyelesaikan serangkaian tugas stress, hasil “sangat” menunjukkan bahwa para peserta yang merasa tertekan, cenderung membuat keputusan yang salah, memilih jawaban yang salah, atau bereaksi secara emosional dengan membuat keputusan cepat, tidak berdasarkan logika.

Kata peneliti, ciri-ciri seperti itu mirip tingkah laku balita, yang cenderung merespon secara emosional ketika dihadapkan dalam suatu masalah, sulit dimengerti, bukan solusi yang logis untuk dipertimbangkan.

Direktur perusahaan riset independen Mindlab, Neuroscientist Dr David Lewisjuga telah melakukan studi penyedia layanan kesehatan, ia mengatakan, “Ketika stres, fokus perhatian kita cenderung sempit dan jika dikaitkan dengan emosi yang kuat, kita cenderung untuk bertindak kurang rasional pada kesempatan.”

“Tentu saja ini tergantung baik pada stressor dan faktor-faktor lain seperti kepribadian dan strategi penanganan yang tersedia bagi individu tersebut. Ketika stres muncul tiba-tiba dan sangat luar biasa, berpikir rasional cenderung digantikan oleh pengambilan keputusan impulsif dan sering error, “ujarnya.

“Hal ini dapat dibandingkan dengan tingkah pola anak kecil yang merespon secara emosional terhadap situasi, pada akhirnya ia stres dan frustasi, “tambahnya.

Sementara itu, penyedia layanan konseling Benenden Kesehatan Richard Carlton-Crabtree menyatakan banyak orang berpendapat sedikit  stress tidak ada masalah, ini justru keliru, karena tetap memiliki efek negatif.

“Seharusnya dapat menenangkan hati mereka itu, dan mereka harus mencari bantuan dan dukungan ketika  muncul stres tahap awal, karena dapat memiliki efek yang merugikan kalau tidak ditangani dengan benar,” ujarnya. (Popi Rahim)

Related posts