Kamis, 5 Desember 19

Strategi Pemerintah Tingkatkan Sektor Manufaktur

Strategi Pemerintah Tingkatkan Sektor Manufaktur
* Seminar internasional bertema “Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth” (Foto: Dokumen BI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo mengatakan, bahwa sektor manufaktur sangat strategis untuk mendorong ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan sehingga Indonesia dapat terlepas dari middle income trap.

Hal itu ia sampaikan dalam seminar internasional bertema “Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth” bersama Bank Indonesia (BI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), dan Kementerian Perindustrian di Jakarta, Senin (12/08).

“Ekonomi Indonesia berkembang pesat dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata mencapai5,6% dalam 10 tahun terakhir, BI berupaya mendorong industri manufaktur yang berorientasi ekspor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong penurunan CAD,” ujar Dody.

Dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendukung sektor manufaktur tersebut, Kepala Pusat (Kapus) Kebijakan Negara Badan Kebijakan Fiskal (PKPN BKF), Rofyanto Kurniawan menyampaikan bahwa dalam mendukung peningkatan ekspor, investasi, dan daya saing industri, pemerintah memberikan insentif fiskal dan skema inisiatif pajak bagi industri yang mendukung pendidikan vokasi serta penelitian dan pengembangan.

Raden Edi Prio Pambudi dari Kemenko Perekonomian menyampaikan perlunya sinergi dan sinkronisasi antar pemangku kebijakan dalam menyusun strategi kebijakan penguatan industri manufaktur melalui picking the winner sektor prioritas, perbaikan iklim investasi, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, serta perbaikan SDM.

Doddy Rahadi dari Kementerian Perindustrian menekankan strategi “Making Indonesia 4.0” dengan meningkatan produktivitas dan daya saing pada 5 (lima) industri prioritas, yakni industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, serta industri tekstil dan produk tekstil. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.