Kamis, 9 April 20

Strategi Lompat Katak MacArthur

Strategi Lompat Katak MacArthur
* Jenderal MacArthur. (Foto: AP)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Frank Delano Roosevelt yang menarik dan luput dari kajian para pakar geopolitik internasional pada Perang Dunia II adalah: Dari Irian Jenderal MacArthur harus mendarat di Filipina. Artinya, menjadikan Filipina sebagai destinasi, bukan sekadar dilewati. Menguasai Irian, lalu ke Filipina, baru menuju ke Okinawa, Jepang.

Strategi lompat katak MacArthur ini waktu itu sangat terkenal. Sehingga menjadikan Pulau Morotai di Maluku Utara menjadi sasaran strategis panglima angkatan darat AS tersebut. MacArthur tiba di Morotai pada 15 September 1944.

Gagasan di balik strategi lompat katak MacArthur: serang pertahanan Jepang yang paling lemah. Tanpa mengorbankan banyak jiwa dan waktu. Melalui siasat ini, MacArthur berhasil mengisolasi konsentrasi kekuatan tentara Jepang di Wewak dan Madang, Papua Nugini, yang waktu itu daerah jajahan Australia. Mengapa di kedua daerah itu? Jepang terpancing pada disinformasi yang dilancarkan sekutu, bahwa tentara Amerika akan menguasai daerah Wewak dan Madang. Sehingga Jepang memusatkan kekuatan militernya di tempat itu.

Padahal sasaran MacArthur adalah Irian, sebelah barat Papua Nugini, yang sekarang bernama Papua, yang waktu itu merupakan daerah jajahan Belanda. Yang kelak bergabung dengan Indonesia.

Pelajaran penting dari kisah ini: Yang mampu melihat secara jeli keunggulan lokasi geografis sebuah negara, dialah yang akan ditakdirkan jadi pemenang perang. MacArthur lebih paham nilai strategis Irian atau Papua dibanding Jepang. Bahkan ketika tentara sekutu mendarat di Irian, Jepang sama sekali tidak mengerahkan kekuatan militernya secara penuh. Bahkan Jepang tidak mencegah pendaratan sekutu di Irian dengan kapal-kapal besar.

Rupanya dalam cara pandang geopolitik Jepang terhadap Indonesia adalah Irian tidak dianggap penting oleh negara matahari terbit itu. Barulah setelah sekutu mendarat di Biak, Jepang baru ngeh bawah Biak merupakan batu loncatan ke Filipina. Setelah sadar Jepang baru mengerahkan pasukannya besar-besaran ke Biak, tapi sudah terlambat.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.