Jumat, 24 September 21

Status Tersangka MS Kaban di Ujung Tanduk

Status Tersangka MS Kaban di Ujung Tanduk

Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Malam Sambat Kaban (MS Kaban) berada dalam posisi yang tidak aman. Pasalnya, KPK sudah menyoroti kasus korupsi proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan.

Indikasi keterlibatan MS Kaban menguat, ketika majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyatakan Pemilik PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo  terbukti secara sah dan meyakinkan ‎telah menyuap MS Kaban untuk memutuskan proyek tersebut di Kementerian yang pernah ia pimpin.

‎Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan, keputusan majlis hakim ‎sudah bisa menjadi awal yang cukup untuk melakukan proses penyelidikan. Selanjutnya KPK akan mengunggu sampai vonis Anggoro memiliki kekuatan hukum tetap untuk bisa menetapkan MS Kaban sebagai tersangka.

“Bila sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap), maka KPK akan segera memutuskan langkah lanjutanya setelah mendengar laporan JPU (Jaksa Penuntut Umum),” kata Bambang, di Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Meski begitu, Bambang mengatakan, penetapan tersangka terhadap Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) itu sangat hati-hati. Pasalnya, kubu Anggoro juga melakukan banding, sehingga bisa saja putusan majlis hakim ditolak di Pengadilan Tinggi maupun Mahkamah Agung. “Kami perlu report dari JPU dan mengkajinya lagi dalam suatu ekspose,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, vonis terhadap Anggoro Widjojo bisa menjadi alat bukti untuk menindaklanjuti dugaan keterlibatan MS Kaban. ‎Jika sudah terkumpul maka KPK bisa jadi akan mengumumkan tersangka baru. “Vonis Anggoro merupakan bukti otentik yang akan dikembangkan lebih lanjut,” ujar Busro.

Diketahui, selain terbukti menyuap MS Kaban, Anggoro disebut juga terbukti menyuap‎ Sekretaris Jenderal Kemenhut Boen Purnama, serta Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Dephut Wandjojo Siswanto.

Dalam sidang kasus Anggoro sebelumnya, Jaksa pernah memperlihatkan rekaman pembicaraan antara Anggoro dengan Kaban, Jaksa sangat yakin suara itu adalah suara Kaban dan Anggoro yang tengah membicarakan proyek SKRT.

Sejumlah saksi ahli dihadirkan oleh Jaksa untuk membuktikan kebenaran rekaman tersebut, ‎yakni Joko Sarwono. Ia juga mengatakan bahwa suara tersebut mirip atau lebih tepatnya identik dengan suara Kaban.

Bukti yang lain, Anggoro juga sempat mengaku bahwa nomor yang digunakan untuk menelpon Kaban, sama persis dengan nomor yang digunakan untuk menelpon Yusuf dan Muhtarudin. Meski akhirnya Kaban membantah percakapan itu adalah suaranya.

Keterangan Jaksa mengungkapkan Kaban pernah menerima suap dari Anggoro sebesar 25.000 dollar AS setelah DPR menyetujui proyek tersebut untuk digarap oleh PT Masaro Radiokom. Nilai proyek tersebut sebesar Rp4,2 triliun yang diajukan oleh Kementerian Kehutanan.

Tidak hanya itu, dalam rekaman sadapan yang diputar oleh Jaksa terdengar jelas percakapan antara Kaban dengan Anggoro. Kaban mengatakan “‎Ini agak emergency, bisa kirim 10.000? Seperti kemarin, bungkus kecil saja. Kirim ke rumah sekitar jam 8 ‎gitu.”‎.‎ (Abn)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.