Minggu, 29 Januari 23

Stasiun Antariksa China Jatuh di Samudera Pasifik

Stasiun Antariksa China Jatuh di Samudera Pasifik
* Stasiun Antariksa China Tiangong-1.

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah menjadi kekhawatiran banyak pihak, Stasiun luar angkasa atau Antariksa Tiangong-1 milik China akhir jatuh di Samudera Pasifik. Sebelumnya diprediksi stasiun dengan berat 8,5 ton tersebut akan jatuh di wilayah teritorial Indonesia.

Kabar jatuhnya Tiangong-1 itu dibenarkan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin. Ia menuturkan stasiun antariksa itu pertama kali diluncurkan pada 2011. Di lintasan terakhir Tiangong-1 telah melewati lautan Pasifik, Amerika Selatan, lautan Atlantik, Afrika, Asia Tengah, dan bagian timur Asia Tenggara.

“Dari data orbit terakhir dari Space-track, Tiangong-1 telah jatuh di lautan Pasifik sekitar pukul 07.16 WIB,” ujar Thomas Senin (2/4/2018).

Ia mengaku belum mengetahui bentuk terakhir Tiangong-1 seperti apa setelah melewati atmosfer bumi. Namun sebelumnya disampaikan Tiangong-1 jatuh ke Bumi tidak dalam keadaan utuh alias sudah hancur berkeping-keping di atmosfer. Sehingga saat menghantam Bumi, sudah menjadi benda kecil.

Diketahui stasiun luar angkasa pertama Negeri Tirai Bambu tersebut mengorbit di ketinggian 350 kilometer.  Ketika itu, Tiangong-1 merupakan muatan dari Long March 2F yang diluncurkan di Jiuquan Satellite Launch Center, China.

Stasiun luar angkasa berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdiameter 3,4 meter dan dilengkapi bentengan panel surya di kedua sisinya ini, pernah ditempati para penjelajah antariksa dari China.

Namun sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dapat dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Stasiun luar angkasa China itu berpotensi jatuh ke Bumi di wilayah pada rentang 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan, termasuk Indonesia di dalamnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.