Minggu, 31 Mei 20

Standar Operasional Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Perlu Disosialisasikan

Standar Operasional Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Perlu Disosialisasikan
* Ketua DPR) Puan Maharani. Foto: Kresno/Man/DPR)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Virus corona atau Covid-19 telah memakan banyak korban jiwa di Indonesia. Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto dalam konferensi pers di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (7/4/2020), mengungkapkan pasien konfirmasi positif bertambah 247 orang, total 2.738 orang, sementara pasien meninggal bertambah 12 orang, total 221 orang.

 

Baca juga:

Perangi Covid-19, Astra Kembali Salurkan Bantuan Senilai Rp 30 M

Dampak Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR Percepat Realisasi Program Padat Karya Tunai

Addie MS Kecam Orang yang Doakan Saudara Sebangsanya Meninggal Karena Covid-19

 

Tingginya angka kematian tersebut sungguh memprihatinkan. Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah sejumlah daerah menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19 karena takut tertular virus maut tersebut.

Terkait hal itu Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah daerah (pemda) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama tokoh masyarakat agar secara masif mengedukasi masyarakat terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan pemakaman jenazah pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Edukasi tersebut diperlukan, sehingga tidak menimbulkan kecemasan dan ketakutan dari masyarakat akan terjadi penularan jika jenazah dimakamkan di wilayah mereka,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Puan menambahkan, bahasa dan cara sosialisasinya perlu dibuat sesederhana mungkin agar mudah dimengerti oleh masyarakat baik itu di kota maupun di desa. Sehingga masyarakat dapat benar-benar memahami dan yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dari pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 yang sudah dilakukan sesuai prosedur protokol kesehatan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi penolakan jenazah pasien Covid-19. Hal ini karena jenazah pasien terinfeksi Covid-19 yang sudah ditangani sesuai prosedur protokol kesehatan dan harus segera dimakamkan.

“Di saat-saat seperti ini, justru kita semua harus menunjukkan sikap kerukunan dan gotong royong yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.