Kamis, 9 Desember 21

STAI di Sidotopo Dicap Warga, Sebarkan Aliran Sesat

STAI di Sidotopo Dicap Warga, Sebarkan Aliran Sesat
* Staf Ahli BNPT, Abdurrahman Ayyub (tengah) memberikan materi kepada para peserta seminar (dauroh) di STAI Ali Bin Abi Thalib di Surabaya, Kamis (7/5/2015). Seminar mengangkat tema “Umat Islam Bersatu Membendung Gerakan Radikalisme dan Terorisme Untuk Menjaga Keutuhan NKRI”. (Obessesionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Adanya pertentangan yang tajam antara nilai-nilai yang diperjuangkan oleh kelompok tertentu terjadi si Surabaya. Keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ali Bin Abi Tholib, Jalan Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya, dicap menyebarkan aliran sesat kepada warga.

Warga Sidotopo Kidul dan sekitarnya yang mengatasnamakan Forum Warga Sidotopo Kidul menyatakan sikap, bersepakat terhadap pemberhentian segala bentuk aktifitas dan kegiatan-kegiatan pendidikan agama yang mengadopsi kurikulum dari Universitas Islam Imam Ibnu Su’ud Saudi Arabia itu. Bahkan, surat pernyataan warga pada 7 Februari 2015 lalu, mengecam keras untuk bubarkan/dibubarkan paling lambat dalam waktu 3 bulan terhitung dari surat pernyataan itu dikeluarkan.

Hari Kamis ini (7/5/2015), merupakan deadline bagi STAI Ali Bin Abi Tholib untuk menghentikan segala aktifitas dan kegiatan lainnya. Namun, kecaman warga melalui surat pernyataan itu justru disikapi berbeda oleh pimpinan sekolah tersebut dengan mengadakan Istighosah dan Tabligh Akbar terkait radikalisme dan terorisme yang dihadiri lebih dari 1.500 alumni.

Dalam keterangan pers, kegiatan yang dikemas Istighosah dan Tabligh Akbar tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman masyarakat pada umumnya dan umat Islam, khususnya tentang konsep radikalisme dan terorisme.

Dengan menghadirkan Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Abdurrahmam Asyyub sebagai pembicara, ia menjelaskan tentang pemahaman radikalisme dan terorisme dalam agam Islam. Serta mengajak kaum Muslimin untuk berusaha mengembalikan wajah Islam yang penuh rahmat sekaligus menyelamatkan NKRI dari ancaman perpecahan.

“Kita harus mampu mengambalikan mereka (radikalisme dan terorisme, red) dengan menjalankan Ahlussunnah Wal-Jama’ah”, katanya.

Acara yang di hadiri oleh umat Islam dari Surabaya dan berbagai daerah di Jawa Timur ini mendapatkan pengawalan ketat aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Tidak luput pengawasan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0830 Surabaya Utara.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Arnapi mengatakan, pihaknya memperketat kegiatan yang dikemas dengan pengajian ini, mengingat banyaknya jumlah peserta yang mengikuti hingga Sabtu (9/5/2015).

“Lebih dari 200 personel kepolisian ikut mengamankan jalannya kegiatan ini. Pasalnya, acara di lanjutkan bakti sosial dengan memberikan paket sembako ke warga sekitar, khususnya di Jalan Petemon ”, ungkap Arnapi kepada wartawan. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.