Selasa, 18 Juni 19

Spurs Menangis Seminggu Jika Kalahkan Liverpool

Spurs Menangis Seminggu Jika Kalahkan Liverpool
* Tottenham Hotspur (Spurs)

Tottenham Hotspur (Spurs) menghadapi pertarungan keras lawan Liverpool di Wanda Metropolitano pada pekan depan.

Andai menang atas Liverpool, Mauricio Pochettino mengatakan fans Tottenham Hotspur bakal melihat adegan tangisan bahagia seperti yang terlihat setelah mereka mengalahkan Ajax Amsterdam di semi-final Liga Champions.

Tangisan kebahagian juru taktik asal Argentina tersebut pecah di depan kamera tidak lama setelah Spurs meraih kemenangan di Amsterdam untuk melangkahkan diri ka final kompetisi antarklub paling elit di Eropa tersebut.

Spurs akan menghadapi pertarungan keras lawan Liverpool di Wanda Metropolitano pada pekan depan. Duel final sesama tim Inggris sejak 2008, seiring ambisi Pochettino meraih gelar pertama sebagai manajer.

Pelatih berusia 47 tersebut bahkan mengatakan jika Tottenham juara, dia bisa saja menangis selama satu pekan. “Ibu saya menyebut saya ‘llorona’ yang berarti cengeng,” kata Pochettino di hadapan jurnalis.

“Ibu saya menyebut saya menangis saat senang atau sedih. Ayolah, berhenti menangis!”

“Terkadang ketika sedang mengemudi dari tempat latihan ke rumah sambil mendengarkan musik yang mengingatkan pada sejumlah momen di kehidupan, saya menangis.”

“Saat tiba di rumah istri saya beratnya, ‘Apa yang telah terjadi?'”

“Saya menjelaskan ada musik yang mengingatkan saya pada sebuah momen 30 tahun lalu di Argentina dan dia menjawab, ‘Kamu gila’.”

“Film? Ya, saya menangis. Semuanya. Jika kami menang di Liga Champions, mungkin saya akan menangis selama satu minggu.”

Tiru Man City
Di pihak lawan, Jordan Henderson berharap Liverpool mampu mengikuti kesuksesan Manchester City dengan meraih lebih dari satu trofi setiap musimnya.

Henderson ingin membawa Liverpool meraih lebih dari satu trofi di setiap musim seperti yang dilakukan pasukan Pep Guardiola.

Liverpool akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur di final Liga Champions di Madrid pada pekan depan demi memburu gelar pertama sejak 2012.

Sementara itu City baru saja mengklaim treble pada musim ini dengan mengamankan trofi Liga Primer, Piala FA dan Piala Liga.

“Musim ini City menang tiga trofi, dan Liverpool juga ingin seperti itu” ujar sang kapten.

“Kami tidak ingin hanya memburu satu gelar juara. Kami ingin membawa pulang banyak trofi di setiap musimnya.

“Jika Anda melihat City, mereka tidak berpuas diri dengan satu trofi. Mereka membidik dua attau tiga trofi dalam satu musim dan memang seperti itu seharusnya yang dilakukan Liverpool. Itu memang jadi target kami.”

City melakukan treble dengan memupus harapan Liverpool merajai Liga Primer meski the Reds berhasil mengumpulkan 97 poin.

“Kami tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi di Liga Primer, tetapi kami bisa melakukan sesuatu di final,” lanjutnya.

“Untuk beberapa hari kami kecewa tetapi sepakbola dengan cepat berubah, begitu juga dengan fokus. Tidak ada yang bisa lebih baik untuk mengubah fokus kecuali final Liga Champions.”

“Ini kesempatan besar untuk kami dan kami ingin menutup musim dengan trofi. Andai gagal, pasti sulit untuk diterima namun di waktu yang sama kami akan terus melangkah ke depan.” (goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.