Rabu, 29 September 21

Spesifikasi Helikopter Dauphin Milik Basarnas yang Jatuh di Dieng

Jakarta, Obsessionnews.com – Dunia penerbangan Indonesia kembali mengalami duka yang mendalam dengan jatuhnya Helikopter Basarnas di Desa Canggal, Candiroto. Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu (2/7/2017). Helikopter ini akan melaksanakan misi kemanusiaan di Kawah Sileri Dieng menyusul erupsi freatik kemarin siang.

Helikopter tipe AS365N3+Dauphin merupakan produk Eucopter Airbus, tapi dirakit oleh perusahaan BUMN, PT Dirgantara Indonesia. Kendaraan uda udara ini sebenarnya sudah memenuhi kualifikasi standar penerbangan yang canggih. Berikut spesifikasinya.

Dikutip dari website Airbus, Senin 3 Juli 2017, heli AS365N3+Dauphin merupakan anggota terbaru dari keluarga Dauphin. Tipe ini merupakan helikopter medium yang ada pada deretan pabrikan Eucopter/Airbus.

Airbus menuturkan, heli tipe ini cocok untuk beragam misi dan telah dikenal seluruh dunia sebagai pesawat ramping dan punya kinerja kuat.

Heli ini punya kecepatan dan stabilitas dalam kondisi ekstrem. Dengan dukungan mesin Turbomeca Arriel 2N yang dilengkapi FADEC, heli tipe ini menawarkan daya 15 persen lebih banyak disesuaikan dengan peningkatangearbox dan kepala rotor.

Bicara soal kemampuan, heli tipe ini bisa lepas landas dari daratan dengan bobot maksimum dan suhu hingga lebih dari 50 derajat celsius. Heli AS365 N3+ juga bisa lepas landas dengan muatan penuh dari permukaan laut dengan kondisi kategori A.

Untuk menjalankan misi penyelamatan atau SAR, heli AS365 N3+ didukung dengan autopilot 4 sumbu yang memudahkan beban kerja awak dan memudahkan misi pencarian dan penyelamatan. Autopilot empat sumbu ini memungkinkan operasi SAR di dataran tinggi dan kondisi ekstrem.

Saat terbang, heli ini punya kecepatan yang sangat tinggi dan stabil saat melayang di udara. Catu daya besar dan performa one engine inoperative (OEI) membuat heli tipe ini merupakan moda udara yang teraman untuk menjalankan misi SAR termasuk dalam kondisi cuaca yang buruk sekalipun.

Selain misi SAR, dikutip dari Airforce-technology, heli Dauphin itu bisa untuk misi pengamatan dampak kekeringan dan banjir, pengamatan kondisi tanaman dan pelacakan penyakit tanaman. Juga bisa dipakai untuk memantau pencemaran laut dan bahaya lingkungan lainnya.

AS365 N3+ merupakan keluarga baru pabrikan Eurocopter pada lini heli jenis Dauphin. Kecanggihan lainnya, heli ini menampilkan sistem deteksi panas forward looking infrared (FLIR), radar, lampu pencarian, sistem pengangkat objek di bawah, hingga alat penandu.

AS365 N3+ bukan hanya menawarkan performa untuk berbagai misi, heli ini juga menawarkan penerbangan yang nyaman dan aman.

Heli ini menggunakan sistem rotor ekor Fenestron dan kepala rotor Starflex yang meminimalkan kebisingan. Bahkan dalam kategorinya, heli ini menyandang heli yang paling tenang dari kebisingan. Standar International Civil Aviation Organization (ICAO) memberi  peringkat ketenangan heli ini dengan 3,1 EPN desibel.

Kabin heli ini mampu menampung 12 penumpang dan dua pilot. Akses mudah dengan pintu depan besar, jendela besar yang menawarkan pemandangan panorama bagi penumpang di dalamnya.

Harga AS365 N3+ belum ada rilis, namun untuk versi AS365 menurut laman Aircraftcompare, dibanderol US$8,9 juta atau sekitar Rp118 miliar. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.