Selasa, 24 September 19

Sosok di Balik Katulampa

Penjaga Pintu Air Katulampa

Bendung Katulampa, mendengar nama tersebut yang terlintas di benak kita adalah pintu air yang memegang peran besar terhadap debit air yang mengalir ke wiayah Jakarta. Namun, apa kita pernah memikirkan bagaimana usaha para penjaga bendung Katulampa itu sendiri?

Dia lah  Andi Sudirman. Sosok yang menjaga dan mengawasi Bendung Katulampa sejak puluhan tahun yang lalu. Ia bersama para petugas lain setia mengawasi debit air di bendung tersebut. Bukan hanya menginformasikan perubahan debit air, para petugas juga selalu sigap memeringati petugas pintu air di wilayah Jakarta dan sekitarnya jika debit air mulai menduduki status siaga.

Mendedikasikan diri sejak puluhan tahun silam, Andi menyayangkan anggapan masyarakat yang berpendapat bahwa Bendung Katulampa adalah penentu banjir di Jakarta. Nyatanya, ia dan petugas lain hanya hanya mampu memeringati dan bukan mencegah secara langsung.

Bendung Katulampa mulai dioperasikan pada tahun 1911, akan tetapi, pembangunannya sudah dimulai sejak 1889, sejak banjir besar melanda Jakarta pada 1872. Banjir saat itu dikabarkan membuat daerah elit Harmoni ikut terendam air luapan Sungai Ciliwung. Dari Katulampa, sebagian air Ciliwung dialirkan lewat pintu air ke Kali Baru Timur, saluran irigasi yang dibangun pada waktu yang sama. Dari Bogor bagian timur, sungai buatan itu mengalir ke Jakarta, di sepanjang sisi Jalan raya Bogor, melalui Cimanggis, Depok, Cilangkap, sebelum bermuara di daerah Kali Besar, Tanjung Priok, Batavia. Air Kali Baru Timur dulu dipakai untuk mengairi sawah yang banyak terdapat di daerah antara Bogor dan Jakarta.

 

(Edwin B/Obsessionnews) @budiarsoedwin

 

img
img
img
img
img
img
img
img
img

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.