Rabu, 29 Juni 22

Sosialisasi Empat Pilar, Senator Zainal Arifin: Puasa Relevan dengan Pancasila

Sosialisasi Empat Pilar, Senator Zainal Arifin: Puasa Relevan dengan Pancasila
* Senator dari Kalimantan Timur Zainal Arifin saat menggelar sosialisasi empat pilar. (Foto: Dok Pribadi)

Tenggarong, Obsessionnews.com – Mendekati bulan suci Ramadhan 2021 yang jatuh pada 13 April 2021, senator atau anggota DPD RI dari Kalimantan Timur Zainal Arifin, A.Md, Kep. mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan rasa keimanan terhadap Allah SWT, dan terus berlomba-lomba dalam kebajikan.

Hal itu disampaikan oleh Zainal dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kel. Loa Ipuh, Kabupaten Tenggarong, pada Minggu 11 April 2021, bersama masyarakat adat Dayak, dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

“Sebagai umat Muslim, kita patut bersyukur dan bahagia dalam waktu dekat akan datang bulan Ramadhan. Bulan yang agung bulan yang suci. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum menyucikan diri, merenungkan apa saja yang sudah dilakukan selama ini,” ujar Zainal.

“Ramadhan menjadi bulan dimana kita ditempa untuk menahan diri dan berbuat baik kepada sesama manusia. Kita akan berlomba-lomba dalam menebarkan kebajikan untuk menuju kesalehan individual dan kesalehan sosial,” tambah Zainal.



Zainal mengatakan, bahwa kesalehan sosial adalah bentuk amal saleh atau perbuatan baik dan memiliki keterkaitan tersendiri dengan kesalehan individual. Kesalehan sosial juga merupakan sikap dan perilaku seseorang yang memiliki unsur kebaikan atau manfaat dalam rangka hidup bermasyarakat.

Melihat itu, maka Zainal menilai bahwa makna puasa sejatinya sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Puasa merupakan bentuk ketaatan hamba pada Tuhan atau Allah. Di dalam puasa juga mengajarkan rasa peduli dan empati terhadap orang lain. Puasa juga mengajarkan persatuan umat.

“Puasa juga mengajarkan pada kita untuk peduli terhadap orang lain. Kesejahteraan harus dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu puasa bukan hanya membentuk kesalehan individual, tapi juga membentuk kesalehan sosial,” tutur Zainal.

“Puasa nilai pertamanya adalah sikap kepercayaan kita kepada Tuhan atau Allah. Itu sesuai dengan nilai Pancasila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan golnya adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dimana dalam puasa Ramadhan kita juga dituntut untuk memperbanyak sedekah dan melakukan amal kebaikan,” tambahnya.



Adapun Empat Pilar MPR yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideolagi negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Ketua Dewan Adat Kalimantan Timur ini, dalam kesempatan itu, juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Hendaknya semua pihak memiliki kesadaran dan saling mengingatkan untuk mentaati protokol kesehatan yang sudah dicanangkan pemerintah.

“Covid-19 belum selesai. Mari kita bersama tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan kesadaran bersama, saya yakin akan berdampak pada mengecilnya jumlah orang yang terpapar Covid-19,” ujar Zainal Senator dari Kalimantan Timur ini.

Di akhir paparannya, Zainal terus mengajak masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan, maka persatuan Indonesia tetap terjaga. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.