Sabtu, 20 Oktober 18

Ramadhan, Syawal dan Persatuan Umat Islam Indonesia

Ramadhan, Syawal dan Persatuan Umat Islam Indonesia

Oleh: Teuku Gandawan, Direktur Strategi Indonesia

 

Bulan Syawal akan segera hadir, artinya bulan Ramadhan akan segera berakhir. Bulan Ramadhan adalah bulan yang begitu istimewa bagi umat Islam di muka bumi ini di manapun mereka berada, bulan di mana Allah dan Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk sebanyak mungkin beribadah, meminta ampunan dan mencari berkah.

Bulan Ramadhan kerap dijadikan sebagai bulan berbenah secara jasmani dan rohani. Secara jasmani esensi puasa adalah menahan diri dan membangun keteraturan pola hidup dan makan. Puasa secara fisik bagaikan pelatihan untuk berbenah dan menjalani hidup sehat.

Walau kita masih juga melihat masih banyak dari sebagian umat Islam justru lebih boros dan berfoya-foya ketika berbuka puasa. Bahkan ada pula yang mengadakan berbuka puasa bersama yang diiringi dengan meninggalkan shalat maghrib, karena begitu asik dengan makanan berbuka. Semoga kita bisa terus-menerus saling mengingatkan untuk meninggalkan yang demikian.

Secara rohani umat Islam diminta untuk meningkatkan ibadahnya, bahkan untuk hal tersebut Allah menjanjikan ganjaran berkali lipat banyaknya dibandingkan melakukannya di luar bulan Ramadhan. Tak cukup dengan itu, ada pula malam yang begitu luar biasa yakni malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih berharga daripada malam seribu bulan.

Demikianlah pesan Ramadhan yang kental, yakni umat Islam harus berbenah secara jasmani dan rohani. Lalu cukuplah jika setiap umat Islam telah berbenah secara individual? Tentu saja tidak. Karena Islam bukanlah agama yang memerintahkan umatnya hanya sibuk dengan pribadi-pribadi muslim masing-masing. Umat Islam juga diperintahkan untuk memperkuat ukhuwah atau persatuan umat.

Perintah tegas itu terlihat dengan munculnya kewajiban zakat fitrah untuk menyambut hadirnya awal bulan Syawal. Setiap muslim diwajibkan menyerahkan zakat fitrah atas dirinya atau menerima zakat fitrah untuk dirinya. Cuma ada dua pilihan, memberi atau diberi. Wajib memberi jika mampu, wajib diberi jika tidak mampu. Ada tuntutan tegas agar semua muslim tanpa kecuali wajib berada dalam kebersamaaan.

Umat Islam Indonesia sama-sama perlu terus berbenah. Sama-sama menjaga agar semua upaya perubahan jasmani dan rohani masing-masing yang telah dilakukan, tidak hanya menjadi upaya sebulan dalam setahun. Mari jaga terus tingkat kesalehan yang telah diperoleh. Jaga juga kesehatan jasmani yang telah tertata selama sebulan.

Akhirnya, mari songsong Syawal dengan jiwa persatuan yang tinggi sesama umat Islam. Bahwa sesungguhnya umat Islam Indonesia itu satu dan janganlah terjebak untuk terpecah-belah karena hasutan dan kedengkian yang tidak datang dari ajaran Islam. Satukan jasmani dan rohani umat Islam Indonesia demi kebaikan Indonesia dan masa depannya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.