Kamis, 20 September 18

Pendusta yang Pandai

Pendusta yang Pandai

Oleh: Ustaz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

Bagaikan ular yang warnanya indah menarik mata, makin berwarna makin berbisa. Begitulah kata-kata indah yang ditujukan buat maksiat, makin menarik makin berdosa adanya.

Sebagaimana peringatan Rasulullah, yang berbahaya di akhir zaman kelak adalah mereka para pendusta yang pandai bicara, kata-katanya menghipnotis manusia, amalnya mengelabui ramai orang.

Saat itu yang salah dianggap benar oleh orang, yang benar bisa seolah jadi salah. Mereka pandai mencitrakan, dustanya menarik hati, maksiatnya serasa romantis, dosanya dianggap tren hidup.

Mereka dibagi setan keahliannya, memoles keburukan agar serasa kebaikan hingga perzinaan bisa dianggap wajar Riba dibuat sayang bila tidak diambil, syirik jadi gaya hidup dan simbol hebat.

Bahkan wanita bisa dibuat berebut untuk diambil kehormatannya, lelaki gemulai jadi idola, agama tak lagi dianggap. Inilah bahaya pendusta yang pandai dalam dustanya, piawai membungkus dosa.

Hari ini kita berjumpa dengan dajal-dajal pendusta, dajjaluna kadzdzabuun, dajal pendahulu sebelum dajjal al-masih, yang lebih dahsyat fitnahnya. Namun ini saja sudah sangat banyak korbannya.

Lindungi anak muda dan remaja kita dari kemaksiatan yang terorganisir, pelaku maksiat yang pintar dalam membungkus hal jahat, pintar berkata-kata hingga orang menyangka dia pelaku ketaatan.

Pahami agama, dekati ulama, tambah dengan doa pada Allah agar kita diberikan kefakihan dalam agama, selalu merasa fakir akan bimbingan Allah. Semoga kita dijaga senantiasa oleh Allah.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.