Jumat, 15 November 19

Sorakan ‘Monyet’ Tak Bermuatan Rasisme

Sorakan ‘Monyet’ Tak Bermuatan Rasisme
* President of Lazio, Claudio Lotito

Presiden Lazio, Claudio Lotito mengklaim bahwa sorakan bernada ‘monyet’ tidak selalu bermuatan rasisme, dalam pandangannya terhadap beberapa kasus belakangan ini di Serie A Italia.

Orang nomor satu Biancocelesti tersebut memiliki pandangan tersendiri mengenai aksi rasisme yang kembali marak terjadi di Italia.

Rasisme telah menjadi topik panas di Serie A pada awal musim 2019/20 ini, dengan berbagai elemen suporter klub menyuarakan pembelaan mereka terhadap perilaku diskriminasi tersebut.

Striker Inter Milan, Romelu Lukaku menjadi sasaran aksi rasisme berupa sorakan ‘monyet’ dari fans lawan saat menang 2-1 atas Cagliari pada 1 September. Namun sejauh ini Cagliari sama sekali tidak mendapat sanksi dari Federasi Sepakbola Inggris (FIGC).

Mantan penggawa Juventus, Moise Kean juga dicemooh serupa oleh fans Cagliari musim lalu. Selain itu ada beberapa insiden yang melibatkan gelandang Juventus, Blaise Matuidi dan eks penggawa Inter, Sulley Muntari dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi hal itu, Lotito meyakini bahwa sorakan bernada ‘monyet’ sejatinya juga pernah ditujukan kepada orang-orang selain berkulit gelap.

“Sorakan ‘buu’ tidak selalu berhubungan dengan aksi diskriminatif atau rasisme. Saya ingat ketika masih kecil, seringkali orang-orang yang tidak berkulit gelap, atau yang normal, berkulit putih, dicemooh oleh para pemain lain agar mencegah mereka mencetak gol,” kata Lotito kepada ANSA.

“Seharusnya itu ditasfirkan dengan cara yang benar. Kami memiliki begitu banyak pemain berkulit gelap, saya tidak berpikir bahwa Lazio membuat perbedaan terhadap warna kulit. Sikap klub dari sudut pandang ini tepat di mata semua orang.” (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.