Senin, 29 November 21

Soeharto Tokoh NKRI dan Anti PKI

Soeharto Tokoh NKRI dan Anti PKI
* Presiden kedua RI Soeharo. (Foto: Twitter @HMSoeharto1921)

Jakarta, Obsessionnewsa.com – Hari ini, Senin, 8 Juni 2020 merupakan 99 tahun kelahiran Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto. Ia dilahirkan di KemusukYogyakarta8 Juni 1921, dan meninggal dunia di Jakarta karena kegagalan organ multifungsi, 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun. Soeharto adalah Presiden kedua Indonesia yang menjabat dari tahun 1967 sampai 1998, menggantikan Soekarno.

 

Baca juga:

22 Tahun Reformasi, Mengenang Tumbangnya Soeharto Sang Diktator

Habibie Anak Emas Soeharto

Tiga Hal yang Membuat Soeharto Kecewa dan Marah Pada Habibie

 

Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer The Smiling General (Sang Jenderal yang Tersenyum) karena raut mukanya yang senantiasa tersenyum dan menunjukkan keramahan.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September 1965, Soeharto kemudian melakukan operasi penertiban dan pengamanan atas perintah dari Presiden Soekarno, salah satu yang dilakukannya adalah dengan menumpas Gerakan 30 September dan menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai organisasi terlarang. Berbagai kontroversi menyebut operasi ini menewaskan sekitar 100.000 hingga 2 juta jiwa, namun jumlah ini patut dipertanyakan karena korban dari Gerakan 30 September juga banyak.

Soeharto kemudian diberi mandat oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) sebagai Presiden pada 26 Maret 1968 menggantikan Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 19731978198319881993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang terlama yang menjabat sebagai presiden Indonesia. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai Soeharto adalah tokoh NKRI dan anti PKI. “Pak Harto 8 Juni 1921. Beliau Tokoh NKRI, Anti PKI- Komunis Pengkhianat Bangsa. Diangkat Jadi Pejabat Presiden oleh MPRS Di Bawah Pimpinan Jendral AH Nasution. Memutuskan Diplomatik dgn China thn 1967. Menutup Semua Aib Presiden Sebelumnya(Mikul Nduwur, Mendhem Njero) Al Fatihah,” cuit Tengku Zulkarnain di akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Senin (8/6). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.