Sabtu, 28 Mei 22

Soal Yusuf Mansyur, Kubu Prabowo Mengaku Tak Kekurangan Ulama

Soal Yusuf Mansyur, Kubu Prabowo Mengaku Tak Kekurangan Ulama
* Ustaz Yusuf Mansyur.

Jakarta, Obsessionnews.com – Bergabungnya ustaz Yusuf Mansyur menambah kuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun begitu, kubu Tim Pemenangan Prabowo Subianto mengaku tak khawatir dengan masuknya nama Yusuf Mansyur.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak mau mempersoalkan hal itu. Sebab menurutnya, dipihak Prabowo nantinya juga akan banyak diisi oleh kalangan alim ulama. Seperti halnya pendukung Jokowi-Ma’ruf

“Kita banyak sekali yang ulama ya yang bergabung jadi saya kira tokoh-tokoh ulama juga banyak di tim kita nanti,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Lagipula Wakil Ketua DPR itu mengatakan, semua orang memiliki hak untuk menentukan pilihannya dalam Pilpres. Karenanya, pilihan politik seseorang harusnya tidak membuat terpecah.

“Ya pokoknya semua orang mempunyai hak untuk memilih dimana mereka mau berpijak di pilpres, itulah demokrasi biarpun beda pilihan yang penting komunikasil kita baik-baik saja,” jelasnya.

Bakal calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin sebelumnya mengonfirmasi keikutsertaan ustaz Yusuf Mansyur dalam TKN. Namun, ia tak mau menegaskan posisi Yusuf sabagai apa. “Ya, ya. Pokoknya Yusuf Mansur ikut. Saya lupa (mengisi pos apa),” kata dia di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (30/8).

Meski begitu, ia memastikan sosok ustaz tersebut akan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam kampanye Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019. Dengan begitu, dukungan ulama bertambah di pihak Jokowi-Ma’ruf.

Namun, Kiai Ma’ruf masih enggan mengatakan sosok yang akan menjadi Ketua TKN. Menurut dia, kewenangan memilih ketua tim ada di tangan Jokowi sebagai bakal calon presiden (capres) pejawat. “Belum tahu saya, nanti Pak Jokowi yang menetapkan,” ujar dia (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.