Selasa, 10 Desember 19

Soal UPS, Ahok Kembali Diperiksa Penyidik Bareskrim

Soal UPS, Ahok Kembali Diperiksa Penyidik Bareskrim
* Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jakarta, Obsessionnews.com – Penyidik Bareskrim Polri kembali melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Gubernur yang kerap disapa Ahok itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 49 paket uninterruptible power supply (UPS) pada APBDP DKI Jakarta 2014.

“Cuma ditanya lima pertanyaan saja. Ini untuk melengkapi data untuk (tersangka) DPRD, kasus UPS,” kata Ahok di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Menurut Ahok, penyidik meminta dirinya memberikan keterangan tambahan terkait berita acara pemeriksaannya terdahulu.

“Soal surat saja, penyidik ingin tahu surat yang saya buat sama pak Jokowi dulu,” ungkapnya sambil meninggalkan area Mabes Polri.

Sementara itu Kepala Subdit V Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri AKBP Indarto membenarkan pemeriksaan tersebut.

Menurutnya, Ahok diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M Firmansyah dan anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar.

Dalam kasus UPS, kepolisian telah menetapkan lima orang menjadi tersangka, di antaranya dua mantan anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar dan M Firmansyah yang diduga melakukan korupsi saat berada di Komisi E DPRD DKI Jakarta. Ketika itu, Fahmi adalah anggota Komisi E, sedangkan Firmansyah Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Adapun tersangka dari pihak perusahaan rekanan, yakni bos PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo, dan dua pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Alex Usman (mantan Kepala Seksi Prasarana dan Sarana pada Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat) dan Zaenal Soleman (mantan Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat).

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sudah menjatuhkan vonis kepada Alex Usman 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan, sedangkan Zaenal Soleman sudah masuk tahap persidangan.

Sementara berkas Fahmi Zulfikar dan Harry Lo masih dievaluasi oleh kejaksaan. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.