Selasa, 24 November 20

Soal Terapi Chiropractic, Ini Pendapat Tokoh dan Masyarakat

Soal Terapi Chiropractic, Ini Pendapat Tokoh dan Masyarakat
* Aviliani (kiri) dan Rahmah Umayya.

Jakarta, Obsessionnews – Ramainya pemberitaan kasus Allya Siska memicu publik untuk mencari tahu tentang metode chiropractic dan muncul banyak imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan jasa, terutama kesehatan.

Seperti yang diungkapkan oleh pengamat ekonomi dan Komisaris Independen Bank Mandiri, Aviliani, saat dihubungi Obsessionnews.com. “Saya rasa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan jasa apapun. Harus tanya apakah ada izinnya, dan perlu membaca berbagai informasi tentang jasa tersebut,” ujarnya.

Mengenai praktik terapi chiropractic di Indonesia, rupanya tidak banyak orang pernah mencoba metode pengobatan dengan mengurut atau memijat daerah di tulang belakang ini. Aviliani pun mengaku tidak pernah melakukan terapi pijat di klinik seperti Chiropractic, hanya berolahraga untuk menghilangkan nyeri punggung.

“Berolahraga secara rutin. Kalau tidak olahraga justru badan sakit. Saya lebih sering melakukan pijat tradisional,” akunya.

Begitu pun halnya dengan presenter Rahmah Umayya, “Saya belum pernah coba. Apalagi dengan maraknya berita kasus yang terjadi, saya tidak berani,” pungkasnya. Saat lelah dan merasa pegal atau nyeri punggung, ia memilih melakukan accupressure (totok) atau hot stone massage.

Sjaefudin, pria yang pernah menderita cedera tulang belakang mengungkapkan hal senada. ”Saya pernah mengalami saraf kejepit, di mana cincin anulus antara ruas ke-3 dan ke-4 tulang punggung terjepit sehingga menyebabkan kaki kiri terasa nyeri saat berjalan. Saya melakukan pemeriksaan orthopedi dan rontgen di RSUD Kendal. Ada teman memberi info tentang chiropractic, tapi saya bisa sembuh dengan melakukan terapi bersepeda,” tuturnya.

Chiropractic sebenarnya adalah teknik pemijatan manipulasi tulang belakang hingga leher. Metode yang berkembang di AS ini harus dilakukan oleh praktisi yang sudah berpengalaman dan tahu titik-titik mana yang dipijat untuk mengurangi keluhan, karena memiliki risiko cedera tulang belakang.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2015). Dia diduga menjadi korban malpraktik dilakukan oleh terapis dari Amerika Serikat, dr Randall Cafferty, di Chiropractic First kawasan Pondok Indah Mal. Kasus dugaan malpraktik ini  pertama kali diberitakan di situs berita Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, baru kemudian diberitakan oleh berbagai media massa.

Tim Obsessionnews

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi
Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal
Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam
Siska dan Dunia Sosmed
Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda
Anggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip Siska
Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata
Ternyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan Orangtua
Meninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannya
Kasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic Terbongkar
Belajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!
Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang
‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses Hukum
Terapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di AS
Akhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya Izin
Metode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama
Ternyata, Chiropractic Sekelas Pijat Tradisional

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.