Sabtu, 25 Januari 20

Soal Pertemuan SBY Dengan Megawati, Dua Kubu Saling Menyalahkan

Soal Pertemuan SBY Dengan Megawati, Dua Kubu Saling Menyalahkan

Jakarta – Keinginan koalisi pendukung Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk membangun kekuatan politik di parlemen tinggal hanya harapan kosong, setelah rencana mereka untuk mempertemukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputeri gagal di tengah jalan.

Hasilnya cukup jelas, dua kali koalisi pendukung Jokowi-JK harus menerima pil pahit atas drama politik yang terjadi di DPR RI dalam satu pekan ini. Mereka seperti tidak berdaya menahan serangan politik dari Koalisi Merah Putih (KMP).

Pertama, pendukung Jokowi-JK‎ sudah kalah voting mengenai proses pengambilan keputusan atas RUU Pilkada di DPR. Kedua, mereka kembali takluk karena semua paket pimpinan DPR sudah dikuasi oleh koalisi pendukung Prabowo Subianto- Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta).

Politisi PDI-P, Aria Bima, menilai kekalahan koalisi pendukung Jokowi-JK justru terjadi karena sebenarnya SBY selalu menutup diri untuk mau bertemu dengan Megawati guna membicarakan arah koalisi antara Partai Demokrat dengan PDI-P.

Padahal menurutnya, Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, hingga presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla ‎sudah diutus oleh Megawati untuk mengatur pertemuan tersebut.

‎”Bisa dibuktikan, malam itu akan ada pertemuan, tetapi kan SBY menutup diri. SBY tidak mau membuka pertemuan itu,” ungkapnya.

Dengan melihat keadaan sekarang ini, Aria menilai pertemuan antara SBY dengan Megawati sudah tidak penting, dan bakal lebih susah lagi untuk bisa terwujudkan. “Apakah masih perlu (Megawati-SBY) bertemu? Saya kira tidak perlulah ya,” ujarnya.

Sama halnya dengan Aria, Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo juga mengatakan, untuk menyatukan visi antara Partai Demokrat dengan PDI-P, SBY tidak harus bertemu langsung dengan Megawati‎,

“Tidak ada undang-undang yang mengatur Ibu Mega harus bertemu Pak SBY. Tidak ada hubungannya. Bu Mega juga bukan bawahannya Pak SBY dan sebaliknya, tidak ada aturan untuk segera bertemu,” ujar dia.

Namun sebelumnya, Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan kalau kegagalan komunikasi Partai Demokrat dengan PDI-P disebabkan karena Megawati tidak mau bertemu SBY. Ia justru mengutus rekan koalisinya untuk bertemu SBY. Padahal, SBY inginya bertemu langsung dengan Megawati bukan utusannya.

‎”Jangan Pak SBY dipertemukan dengan utusan, dong. Bukan mereka tak sekelas dengan SBY, tapi tak tepat sesuai fatsun politik‎,” kata Ruhut. (Abn)

 

Related posts