Jumat, 24 Januari 20

Soal Pertamina, Rizal Ramli dan Faisal Basri Saling Kritik

Soal Pertamina, Rizal Ramli dan Faisal Basri Saling Kritik
Jakarta, Obsessionnews – Mantan Tim Reformasi Tata Kelola Migas Rizal Ramli menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Rizal Ramli yang menganggap pembangunan pipa penyalur BBM di seluruh Pulau Jawa dan rencana pembangunan tangki penyimpanan bahan BBM merupakan hal yang sia-sia.
Faisal mempertanyakan atas dasar apa Rizal berani mengatakan pembangunan kilang minyak itu sia-sia. Padahal rencana itu sudah dipersiapkan dengan matang jauh-jauh hari dan didukung oleh Dewan Energi Nasional. ‎”Kalau tiba-tiba Menko membatalkan akan jadi apa negeri ini,” ujar Faisal dalam blog pribadinya, Jumat (11/9/2015).
‎Faisal adalah salah satu pihak yang mengusulkan adanya pembangunan tangki BBM yang dibagi menjadi dua cadangan, yakni operasional dan cadangan strategis. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu mempermudah impor minyak.
Namun, ‎pembangunan pipa BBM oleh Pertamina dianggap oleh Rizal tidak mendesak. Terlebih pembangunan pipa BBM memiliki risiko tinggi apabila terjadi ledakan.  Dari pada membangun pipa BBM, Rizal mengusulkan lebih baik Pertamina membangun jaringan pipa gas.
Alasanya, stok gas Indonesia masih melimpah hingga 60-70 tahun ke depan. Selain itu, gas juga lebih ramah lingkungan. Dengan jaringan pipa gas menurut Rizal masyarakat dan kalangan industri bisa memanfaatkannya.
Adapun terkait pembangunan tangki kata Rizal, Pertamina tidak harus membangun tangki penyimpanan BBM karena proyek itu bisa dikerjakan oleh pihak swasta.  Indonesia masih banyak mengimpor minyak mentah maupun BBM. Masing-masing sekitar 500.000 barel per hari (bph).
“Bisa swasta yang bangun (tanki BBM) dengan service charge.Ngapain itu (Pertamina) bangun itu,” kata Rizal, usai rapat kabinet kemarin. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.