Kamis, 7 Juli 22

Soal Pemukulan Pramugari, Komisi V DPR Dukung Upaya Hukum

Imar

Jakarta-Anggota Komisi V DPR Marwan Jafar menilai tindak kekerasan dengan melakukan pemukulan yang dilakukan Kadis Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi terhadap pramugari Sriwijaya Air, Febriani tidak dibenarkan bagi pejabat publik. Pemukulan terhadap Febriani karena melarang Zakaria menggunakan handphone pada saat pesawat akan tinggal landas.

“Itu bentuk-bentuk arogansi yang dilakukan oleh pejabat publik, itu sama sekali tidak dibenarkan dari perspektif apapun,”kata Marwan di Gedung DPR, Jum’at (7/6/2013).

Oleh karena itu, pihaknya mendukung upaya hukum yang dilakukan pramugari Sriwijaya Air terhadap pejabat Bangka Belitung tersebut.

“Kalau memang pramugarinya melakukan tindakan hukum ya silakan saja kalau memang itu dilecehkan, apalagi melakukan kekerasan di ruang publik itu juga tidak baik bagi pejabat,”tegasnya.

Tindakan pelarangan menggunakan handphone pada saat pesawat akan terbang menurutnya sesuatu yang tepat.

“Memang dalam sisi penerbangan kita dalam regulasi kita soal safety itu nomor satu,”jelasnya.

Meski demikian, menurut Marwan awak pesawat termasuk pramugari juga harus berlaku sopan terhadap para penumpang.

“Ini supaya kejadian itu tidak terulang lagi,”jelasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.