Jumat, 28 Januari 22

Soal Obat PCC, Orangtua dan Guru Diminta Lebih Perhatikan Anak-anak

Soal Obat PCC, Orangtua dan Guru Diminta Lebih Perhatikan Anak-anak
* Obat PCC yang mengandung narkoba.

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam meminta kepada orangtua dan guru untuk lebih aktif memperhatikan anak-anaknya, dengan memberikan pemahaman yang tentang bahaya narkoba. Ini menyusul kasus puluhan remaja yang menjadi korban setelah mengkonsumsi obat Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC).

Obat PCC yang berhasil diungkap oleh polisi dan BNN ini diduga adalah jenis narkoba baru dari sekian kalinya beredar di Indonesia dengan berbagai macam varian. Karenanya, Ridwan meminta masyarakat tetap waspada dengan tidak mengkonsumsi obat di luar resep yang sudah dikeluarkan oleh dokter atau rumah sakit.

“Peredaran narkoba di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Selalu saja ada jenis dan model baru beredar di masyarakat. Jadi orang tua dan guru harus lebih memperhatikan anak dan peserta didiknya dengan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba,” ujar Ridwan yang juga sebagai Ketua Generasi Anti Narkoba (GAN) di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Bahaya dan ancaman narkoba kata dia menjadi PR bersama bagi semua pihak. Sebab, obat terlarang ini sudah meracuni semua lapisan masyarakat, baik anak sekolah, mahasiswa, guru, dosen, artis, polisi, bahkan politisi dan yang lain. “Negara bisa hancur tanpa dengan senjata api, tapi dengan narkoba. Ini jauh lebih bahaya semua lapisan masyarakat menjadi korban,” katanya.

Anggota dari Fraksi Partai Golkar ini pun meminta kepada BNN atau pihak kepolisian untuk lebih serius menangani peredaran narkoba. Khususnya mengungkap aktor dibalik beredarnya narkoba jenis PCC yang menyasar anak-anak. “ini harus segera bisa diungkap siapa aktornya. Anak-anak yang harus menjadi generasi penerus. Justru sudah dibunuh dengan narkoba,” katanya.

Diketahui polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus peredaran obat jenis PCC dan obat keras lainnya di Kendari, Sulawesi Tenggara. Salah satunya yakni seorang apoteker berinisial WYKA (34) dan asisten apoteker, AM (19).

Penangkapan dilakukan setelah polisi membentuk tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Direktorat Intelejen Keamanan, Direktorat Narkoba, dan Resimen Kendari. Berdasarkan pendataan oleh BNN Kota Kendari. Satu dari mereka meninggal dunia. Sebanyak 30 orang di antaranya dibawa ke rumah sakit jiwa.

Salah satu korban, AN (17) yang merupakan tukang parkir mengaku dirinya tak sadarkan diri usai mengkonsumsi lima butir obat PCC. Ia membelinya dari salah satu tukang parkir Mall Rabam di Wisma Hotel, Kendari. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.