Senin, 27 September 21

Soal Krisis Energi, Siapa Yang Harus Direvolusi Mentalnya ?

Soal Krisis Energi, Siapa Yang Harus Direvolusi Mentalnya ?

Jakarta, Obsessionnews – Bagaimana sikap yang harus diambil saat krisis energi sudah dihadapi ? Pertama sistem transportasi massal perlu dibenahi baik dari keamanan dan kenyamanannya, penghematan juga bisa dilakukan dengan mematok pajak kendaraan yang tinggi.

Bukan rahasia lagi kalau setiap menghadapi persoalan, kudu menunggu meledak dulu baru ditangani. Bukan diantisipasi sebelum terjadi. Krisis energi yang sudah dihadapi pun dikhawatirkan penanganannya juga seperti itu.

Memang, setelah cadangan energi fosil menipis. Tapi Indonesia, masih punya sejumlah alternatif lain seperti panas bumi, tenaga arus laut, angin, dan lain-lain yang potensinya luar biasa. Namun, menggalakan penggunaannya bukan hal mudah.

Eksplorasi panas bumi misalnya. Untuk ini, bukan hal mudah. Sebab menurut pengamat energi Yusrin Usman, resikonya besar. Apalagi investasinya.

“Modal Rp 3 triliyun belum tentu berhasil. Belum lagi proses izinnya sering dipersulit. Kawasan panas bumi banyak berada di kawasan hutan. Dan di sinilah banyak yang bermain,” kata Yusrin kepada obsessionnews.com saat ditemui di Jakarta, kemarin, usai diskusi Aktual Forum.

Menurut Yusrin, ketika Indonesia beranjak mengeksplorasi energi alternatif, praktek di lapangan yang sering terjadi adalah mempersulitnya. Sementara pemerintah dan masyarakat, seperti menunggu habis dulu energi yang ada baru melirik ke sumber lain.

“Kita lihat prakteknya di lapangan. Kan yang dilihat hasil diujungnya. Apa ada upaya mempersulit. Seharusnya pemerintah aktif soal ini. Dikejar, bukan pemerintah nunggu,” kata dia.

Makanya, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait krisis energi banyak sekali. Perlu ada perubahan mental untuk memperbaikinya.

“Yang pegang kekuasaan-lah yang harusnya direvolusi mentalnya,” sebut Yusrin. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.