Kamis, 28 Januari 21

Soal Densus Tipikor, Akbar Tanjung: Perkuat yang Sudah Ada

Soal Densus Tipikor, Akbar Tanjung: Perkuat yang Sudah Ada
* Akbar Tanjung.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung menyatakan dirinya tidak sependapat dengan ide yang dilontarkan Komisi III DPR dan Polri untuk membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Lebih baik kata dia, DPR mendukung penguatan lembaga yang sudah ada yaitu KPK.

“Kalau saya sih berpendapat lembaga yang sudah kita miliki KPK ini, inilah terlebih dahulu dioptimalkan peranannya,” ujar Akbar saat ditemui di Gedung Joeang Menteng, Jakarta pada Sabtu (21/10/2017).

Menurutnya, di negara-negara lain pemerintahnya juga fokus melakukan penguatan pada satu lembaga yang fokus melakukan pemberantasan korupsi. Bahkan usianya sudah cukup panjang. Sementara KPK sendiri usianya belum lama, sehingga kata dia lebih baik diperkuat yang ada.

“Di berbagai negara usia KPK-nya juga cukup lama. Karena itu kita, menurut saya, kita optimalkan dulu peranan dari KPK ini, ” tuturnya.

Kalaupun ada kekurangan dari pemberantasan korupsi di Indonesia sehingga kemudian digagas lembaga baru, maka kata dia, perlu dilakukan perbaikan. Terutama perbaikan meliputi aturannya. Tidak perlu dengan membentuk lembaga baru seperti Densus Tipikor.

“Kita lihat ada kekurangan, maka juga harus kita secara jujur dan juga memperbaikinya ke depan. Dengan apa? kalau berkaitan dengan aturan-aturanya kita perbaiki. Katakanlah terkait dengan undang-undang yang berkaitan dengan masalah itu kitapun tidak usah ragu-ragu untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Densus Tipikor direncanakan akan mulai beroperasi pada 2018 mendatang. Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengungkapkan, Polri sudah menyusun perencanaan anggaran untuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Dana yang dibutuhkan Polri untuk Densus Tipikor itu sebesar Rp 2,6 triliun. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.