Rabu, 24 April 19

Soal Ahok, Megawati Diprotes Masyarakat Bangka Belitung

Soal Ahok, Megawati Diprotes Masyarakat Bangka Belitung
* Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mendapat protes keras dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, kembali mendapat protes seiring ucapannya yang dinilai merendahkan karakter masyarakat Bangka Belitung.

Protes itu dikemukakan Dato’ Seri Radindo H Ibnuhajar Mustafa dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai melalui pernyataan sikapnya yang beredar viral, Rabu (12/10/2016).

“Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung dengan ini menyatakan kekecewaannya atas pernyataan tokoh nasional Ibu Megawati Soekarnoputri yang mengidentikkan perilaku sikap kasar, bahasa jorok, dan tindakan bengis sdr Ahok sebagai identik dengan kebiasaan orang Bangka Belitung,” ungkap Dato’ Seri Radindo dalam pernyataannya itu.

Menurutnya, pernyataan Megawati sangat melukai hati seluruh masyarakat Bangka Belitung yang mayoritas pribumi Melayu.

“Pernyataan Ibu Megawati sangat melukai hati seluruh masyarakat Bangka Belitung yang mayoritas pribumi Melayu yang berpegang teguh pada adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah — dengan jatidiri Melayu yang bijaksana, ramah tamah, bertutur kata tak terkira, menyanggah dengan senyum, marahnya dengan diam, kurang ajarpun tetap santun, menikam lawan dengan pantun,” jelasnya.

Ungkapan Presiden RI ke-5 yang mengatakan bahwa “…kalau Pak Ahok mulutnya tidak begitu, dia bukan orang Bangka,” menurut Dato’ Seri Radindo, merupakan sebuah pernyataan yang menggeneralisasikan orang Bangka berperangai buruk seperti yang dipertontonkan Ahok.

Oleh karenanya, ia berharap agar Megawati insyaf bahwa ucapan dan tindakannya berkenaan dengan Ahok mengandung kekeliruan yang fatal.

“Kami berharap Ibu Megawati (putri kandung dari Allahuyarham Haji Soekarno yang menyatu dengan ruh Menumbing paku aras pulau Bangka) berani jujur meralat ucapannya, demi kehormatan rakyat Bangka Belitung serta bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tegas Dato’ Seri Radindo.

Sebelumnya, Megawati diketahui mengeluarkan pernyataan yang dinilai kontroversial saat konferensi pers usai mengajak sejumlah calon kepala daerah berziarah ke makam Soekarno di Blitar, Senin (10/10/2016).

“Banyak orang memberikan sentimen emosional, untuk mengatakan Pak Ahok itu mulutnya agak kelewatan. Lalu saya bilang, sampai ke level presiden, saya bilang ke Pak Jokowi, kalau Pak Ahok mulutnya tidak begitu, dia bukan orang Bangka,” ujar Megawati saat itu.

Megawati menambahkan, setiap suku memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya orang dari suku Jawa yang terkenal dengan tutur perilaku halus.

“Kalau Jawa memang halus, tapi orang sebelah sana (Bangka Belitung) biasanya ya begitu kan. Kalau saudara-saudara ada yang dari batak, kalau nyanyi juga kan kayak teriak-teriak. Jadi kenapa dimasukkan ke sentimen negatif,” jelasnya. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.