Sabtu, 25 September 21

SMPN 27 Padang Banjir, Siswa Pulang

SMPN 27 Padang Banjir, Siswa Pulang

Padang, Obsessionnews – Proses belajar mengajar siswa SMP Negeri 27 Padang, Sumatera Barat, tepatnya di Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah ditiadakan akibat sekolah mereka terendam banjir. Siswa sampai di sekolah sibuk membersihkan ruang kelas dari sisa lumpur.

Kepala SMP Negeri 27 Padang, Zulhasmi mengatakan, siswa diperbolehkan pulang lebih cepat dari biasanya, setelah mendapat izin dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pdang, Habibul Fuadi.

“Saya sudah melapor kepada Pak Kadis Pendidikan Kota Padang, memberitahukan kondisi sekolah banjir dan siswa tidak bisa belajar. Pak Kadis mengizinkan siswa untuk tidak belajr,” kata Zulhasmi kepada obsessionnews.com, Kamis (12/11).

Zulhasmi mengatakan, siswa sudah datang ke sekolah sekitar pukul 07:15 Wib sebagaimana hari-hari biasa. Sampai di sekolah siswa membersihkan ruang kelas, karena air masuk hingga ruang kelas, akibat hujan yang turun sejak Rabu (11/11) siang hingga malam.

SMPN 27 banjir2

Selain siswa, majelis guru juga membersihkan ruangan dari sisa-sisa lumpur. “Usai membersihkan ruangan kelas, siswa dizinkan pulang dan majelis guru tetap di sekolah seperti biasa jam kerja, untuk menyelesaikan tugas,” kata Zullhasmi.

Zulhasmi mengatakan, siswa dan majelis guru membersihkan ruang kelas hingga pukul 09:30 WIB dan siswa diperbolehkan pulang.

Tinggi banjir yang merendam SMP Negeri 27 Padang akibat hujan deras yang terjadi pada Rabu (11/11) siang hingga malam, antara setinggi lutut hingga dua meter. Sebanyak 22 ruang kelas berikut ruang kepala sekolah, majelis guru dan perpustakaan terendam banjir.

SMPN 27 banjir

Hingga Kamis (12/11) pagi, sekolah masih tergenang banjir dan sisa lumpur masih tersisa di ruang kelas. Melihat kondisi sekolah demikian, kepala sekolah memutuskan siswa pulang lebih lebih cepat dari biasanya, setelah selesai membersihkan ruang kelas dari sisa lumpur.

Zulhasmi mengatakan, banjir yang merendam sekolah, selain lokasi sekolah rendah, juga disebabkan karena aliran air Pacah yang berada di dekat sekolah tidak mampu menampung air, sehingga air meluap. Aliran sungai yang ada di sekitar itu tidak sanggup menampung air, karena drainase yang tidak memadai. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.