Rabu, 25 Mei 22

SMP Labschool Kebayoran Peserta International Dance Festival di Polandia

SMP Labschool Kebayoran Peserta International Dance Festival di Polandia

Penulis: Aliya Fahmara, Kelas 9 SMP Labschool Kebayoran

International Dance Festival ke XXV “FOLK Harbor” akan berlangsung dari tanggal 23 Juni 2018 sampai dengan tanggal 30 Juni 2018 di Gorzów, Polandia. Festival yang bersifat kompetisi ini telah diakui oleh FIDAF (Federation of International Dences Festival) sejak tahun 2016. Pihak panitia mengundang group tari tradisonal dari berbagai negara yang terdiri dari anak-anak ataupun remaja yang tergabung.

Di tahun 2018, festival diikuti 10 peserta dari 9 negara yaitu Kazakhstan, Malaysia, Ukraina, Republik Ceko, Polandia, Romania, Latvia, Bulgaria, dan Indonesia. Mayoritas setiap negara mengirimkan 1 tim namun Malaysia mengirimkan 2 tim.

Festival ini bertujuan untuk: Pertama, Pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman untuk meningkatkan program dan tingkat artistik dari festival tari;
Kedua, Saling bekerjasama dalam mendapatkan ansambel dan pertukaran di antara festival; Ketiga, Meningkatkan aktivitas promosi dan informasi; Keempat, Memulai dan melaksanakan proyek-proyek mitra.

Selama pelaksanaan 5 hari Folk Harbor festival, selain ikut dalam kompetisi, setiap negara peserta wajib menampilkan tarian tradisional lainnya guna memperkenalkan budaya negaranya ke negara peserta lainnya.

Dengan tujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dan keinginan untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya musik dan tari tradisional serta menumbuhkan sikap kerjasama, kepedulian, saling menghargai, dan saling menghormati, maka SMP Labschool Kebayoran turut serta dalam festival ini untuk kedua kalinya sebagai perwakilan dari Indonesia.

Tim Indonesia yang diwakili oleh SMP Labschool Kebayoran mengirim 28 murid kelas 9 dalam program misi budaya. Untuk dapat turut serta dalam kegiatan tersebut, dibutuhkan beberapa tahap seleksi yang cukup kompetitif di antara murid-murid kelas 9.

Proses seleksi dimulai pada 16 Maret 2018 dimana murid–murid yang sudah mendaftar untuk mengikuti program misi budaya mengikuti ujian tertulis. Murid–murid diminta untuk menulis minimal 150 kata dalam bahasa inggris tentang motivasi mereka mengikuti kegiatan tersebut, menjelaskan hal positif dari Indonesia yang dapat dibawa dan diperkenalkan ke Polandia sebagai negara tujuan, serta menyampaikan fakta–fakta tentang negara Polandia.

Seleksi selanjutnya pada hari Senin tanggal 19 Maret 2018 murid–murid melaksanakan tes wawancara dalam bahasa Inggris. Kurang lebih satu minggu kemudian diumumkan terdapat 28 murid dan 8 murid cadangan yang mengikuti program ini. Pada pelaksanaanya terdapat 3 murid yang mengundurkan diri dan dari posisi tersebut lalu digantikan oleh 3 orang cadangan.

Untuk kompetisi tim SMP Labschool Kebayoran menampilan tarian Randai Minang dari Minang, Sumatra Barat dan tari Saman dari Aceh. Sementara dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia lainnya ke negara peserta, tim SMP Labschool Kebayoran pun mempersiapkan tarian daerah NTT yang diikuti oleh tim putri dan terbagi menjadi 2 kelompok yaitu tim tari yang menggunakan alat musik tradisional Papua, Tifa dan tim tari menggunakan kain tradisional NTT serta tarian Papua yang diikuti oleh tim Putra. Kesemua tarian tradisional tersebut diiringi dengan live music yang dibawakan oleh putra-putri SMP Labschool Kebayoran secara bergantian.

Setelah ditetapkan 28 murid sebagai duta bangsa yang akan mengharumkan nama Indonesia program latihan dengan kurang lebih 20 kali pertemuan pun dimulai. Latihan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 5 April 2018. Pada hari itu, dimulai dengan pengenalan tim pelatih dan pembagian 2 kelompok lomba. Latihan dilaksanan secara rutin setiap hari Kamis dan Sabtu.

Semua tarian yang akan dibawakan oleh tim SMP Labschool Kebayoran memerlukan aktiftas fisik dan sinkronisasi yang baik antara gerakan dan irama musik pendukung. Sehingga latihan mengambil waktu sekitar 1 sampai 2 sesi dimana setiap sesi berdurasi selama 2 jam terasa cukup melelahkan.

Latihan selama bulan Ramadhan pun terasa lebih berat karena selain kita harus menahan lapar dan haus, waktu latihan banyak tertunda karena adanya kegiatan Penilaian Akhir Tahun yang wajib diikuti setiap siswa. Namun demikian tim SMP Labschool melaksanakan latihan dengan penuh semangat dalam rangka mendapatkan prestasi yang terbaik dalam festival tersebut. Setelah bulan Ramadhan, latihan pun tertunda kembali karena adanya libur Lebaran.

Latihan akhir sebelum keberangkatan kembali dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2018 dimana akan diselnggarakan Gelar Pamit pada hari Selasa tanggal 19 Juni 2018. Dalam Gelar Pamit ini tim SMP Labschool akan menampilan tarian yang akan dibawakan dalam festival ke guru serta orang tua murid. Pada akhir tim akan berangkat pada hari Jum’at 22 Juni 2018.

Kami mohon doa dan dukungan kepada tim SMP Labschool Kebayoran dalam mengembang tugas negara untuk diberikan kelancaran pelaksanaan dan dapat memberikan prestasi yang dapat disumbangkan ke negara Indonesia yang tercinta. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.