Minggu, 3 Juli 22

Smesco Quilt & Needle Craft Festival, Wujud Kerja Keras UKM

Smesco Quilt & Needle Craft Festival, Wujud Kerja Keras UKM
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram meninjau Smesco Quilt & Needle Craft Festival di gedung Smesco Indonesia, Jakarta.

Jakarta, Obsessionnews.com – Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP KUKM), pada Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Smesco 2nd Quilt & Needle Craft Festival 2017. Pembukaan pameran nasional bertaraf internasional ini berlangsung di Exhibition Hall Smseco Indonesia, Jakarta, 19-21 Oktober 2017.

Acara ini resmi dibuka oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharam, dengan didampingi Direktur Utama LLP KUKM Emilia Suhaimi, Duta Koperasi Dewi Motik Pramono, Anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dan ketua Panitia Ari Nurul. Selain itu, dihadiri pula komunitas quilt, sulam dan rajut yang berasal dari Belanda, Jepang, Thailand, Korea dan Filipina.

“Ini merupakan representasi kerja keras para pelaku UKM yang karyanya ditunjukkan pada para buyer. Kita berharap masyarakat tidak hanya mencintai tapi juga membeli sehingga karyanya dihargai dengan nilai tinggi,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram di sela acara pembukaan, Kamis (19/10/2017).

Agus menilai, karya-karya yang dipamerkan sangat unik, spesifik dan menarik. Designnya juga berbasis budaya Indonesia, serta merupakan potret kehidupan sehari-hari. Namun menurut Agus, pihak panitia harus pandai menarik peminat pembeli, dengan cara membuat pola pemasaran yang mudah dipahami.

“Pasarnya juga tentu tidak seluas baju batik, tapi punya keunikan dari pada yang lain. Kemudian juga eksklusif misalkan untuk bad cover, hiasan dinding, kain dan tas, tapi dibuat oleh tangan yang terampil sehingga ini jauh lebih bernilai tinggi,” terang Agus.

Dirut LLP-KUKM, Emilia Suhaimi mengatakan, quilt di Indonesia masih dikenal sebagai kerajinan seni perca. Perca adalah bagian atau potongan-potongan kain yang sudah terpakai. Namun dalam event ini, kain perca yang dipamerkan berasal dari kain pilihan yang berkualitas, diolah dengan ketekunjan dan seni cita rasa tinggi oleh tangan-tangan terampil dan kreatif dengan memadukannya sehingga menjadi karya seni yang indah dan bernilai ekonomi.

“Dalam event ini Smesco Indonesia, akan fokus meningkatkan seni perca dan mengangkat nama quilt sebagai nama kerajinan yang mendunia. Jadi, pengetahuan seputar produk, bahan dan wawasan tentang dunia quilt dan needle (sulam dan rajut) dapat ditemukan di acara ini,” ujar Emilia.

Bagi para peserta yang mengikuti acara ini, imbuh Emilia, akan banyak mendapatkan keuntungan menarik, di antaranya para peserta akan berpeluang menjadi mitra binaan Smesco Indonesia. Selain itu, dengan keikutsertaan dalam event yang digelar selama tiga hari ini diharapkan pelaku UKM bisa naik kelas.

Ia menambahkan, masih banyak perajin quilt di Indonesia yang tersebar dan belum terorganisir. Karena itu, diperlukan wadah untuk para quilter untuk mengekspresikan hasil karyanya. Smesco Indonesia akan membantu menjembatani quilter dan peminat quilt untuk mendapatkan pengalaman, pembelajaran, serta sosialisasi lebih dalam tentang dunia quilt.

“Kami juga siap mempromosikan Khatulistiwa Indonesia Quilt sebagai wadah yang akan menampung komunitas quilt Indonesia agar terorganisir dengan baik. Selain itu, juga akan menjaring SDM berkualitas untuk menunjang permintaan ekspor yang belum terpenuhi,” papar Emilia.

Hasil seni quilt ini dapat dimanfaatkan oleh para penderita kanker payudara (survivor) yang pada event ini akan dibuat pada payudara rajut. Jumahnya ada sebanyak 750 pad oleh 75 sukarelawan perajin quilt. Kegiatan itu hasil kerja sama dengan Yayasan Cancer Knitted Knocked Indonesia untuk para penderita berpenghasilan rendah.

Emilia juga menjelaskan, dari event ini Smesco Insonesia yang merupakan rumah bagi UKM nasional juga akan membantu mengaplikasikan quilt ke produk lifestyle (household, tas, dan fashion) agar bisa diterima oleh masyarakat luas.

Rangkaian pameran sangat bervariasi dan memberikan wawasan yang berguna bagi para peserta dan pengunjung. Selain ada pameran produk quilt, juga digelar fashion show, talkshow UKM yang nanti akan membahas usaha dari rumah, belajar digital online, sampai seluk beluk e- commerce.

“Pada acara workshop tentang quilt didatangkan juga pengajar dari negara yang juga sebagai produsen quilt, yaitu Jepang, Thailand, dan Korea,” ujar Emilia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.