Kamis, 6 Oktober 22

Smelter Freeport di Gresik, Perpanjangan MoU Tetap Diteruskan

Smelter Freeport di Gresik, Perpanjangan MoU Tetap Diteruskan

Jakarta – Pemerintah Indonesia memandang perlu ada perpanjangan MoU guna menyelesaikan amandemen kontrak, baik itu yang berkaitan dengan isu luas wilayah, penerimaan negara, pemurnian, investasi, dan lokal konten terkait PT Freeport Indonesia (PT FI) di Papua.

“Tentu membutuhkan waktu lagi membahas ini. Disamping itu, pemerintah ingin menambahkan hal-hal yang penting sehingga diperlukan perpanjangan yang kedua. Yaitu bagaimana meningkatkan peran Freeport di dalam pembangunan Papua dan ekonomi Indonesia secara umum. Jadi, hal-hal inilah yang akan dibahas dalam perpanjangan enam bulan ke depan,” ungkap Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Setiawan, mendampingi Menteri ESDM dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (25/1/2015).

Dalam pertemuan Kementerian ESDM dan PT Freeport Indonesia ada dua item yang dibahas. Pertama, yang berkaitan dengan MoU dimana pembahasan terkait perpanjangan pengoperasian. Kedua, hal teknis kemajuan pembangunan smelter, yang akan dibahas enam bulan ke depan.

“Jadi enam bulan ke depan ini, itulah yang akan kita bahas disamping juga progres secara fisik pembangunan smelter. Memang selama ini dengan adanya MoU ada perbedaan perubahan yang penting di dalam hal penerimaan negara, tetapi tentunya kita ingin memberikan sesuatu kondisi dimana manfaat kehadiran Freeport itu lebih dirasakan oleh masyarakat Papua,” tuturnya.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, terkait progres pembangunan smelter bahwa rencana Freeport sudah lama disampaikan pada pemerintah sejak tahun 2014 lalu. ”Kalau kita ingin membangun smelter maka kita perlu tahu dimana smelter itu akan dibangun, siapa yang membangun, tanahnya seluas apa, apakah ada basic enginering ataupun izinnya ataupun amdal di situ,” paparnya.

Kemudian juga, lanjutnya, karena pemurnian kadar konsentrat tersebut, bukan hanya tembaga tetapi produk-produk ikutan yang akan juga menjadi supply terhadap industri petrokimia. “Jadi kompleksitas ini memang ada, tidak hanya sekedar membagun tetapi semua produk konsentrat ini diambil oleh industri-industri yang lain,” jelas Sudirman.

“Oleh sebab itu sudah tegas jumat lalu, ada lokasi bagaimana keterikatan antara lahan yang dimiliki Petrokimia dengan PT FI yang akan membangun smelter. Jadi, sudah banyak kemajuan yang diperoleh dalam konteks ini,” tandas Menteri ESDM.

“Lokasi smelter sudah ditetapkan kemudian beberapa ikatan-ikatan terhadap beberapa pihak yang akan mendukung pembangunan smelter itu juga sudah disepakati,” tambahnya.

Ketentuan untuk memperpanjang MoU ini, PT FI telah berkomitmen bahwa pembangunan lokasi smelter yang senilai 2,3 miliar dolar AS ini telah ditentukan lokasinya di Jawa Timur. “Tapi yang lebih besar lagi yang tidak kalah memiliki nilai yang paling besar yaitu PT FI menanamkan 15 miliar dolar AS untuk proyeksi under down maining,” kata Direktur PT FI, Achmad  S Kosasih.

Menurutnya, pembangunan Freeport di Papua bukan menjadi prioritas sehingga PT FI akan tetap membangun smelter di Gresik Jawa Timur. “Menurut  kami, ini menunjukan bahwa komitmen dari Freeport untuk tetap membangun smelter, memprioritaskan Papua itu tidak menjadi suatu prioritas, sehingga PT FI tetap berkomitmen untuk membagun dan terus memberikan nilai tambah kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, ada pertimbangan lain bahwa disamping menghitung angka di bisnis faktor lain yang diperhatikanangkan juga 13 ribu pekerja langsung dari PT FI. “Perlu diperhatikan bahwa 13 ribu pekerja langsung dari PT FI dan juga lebih kurang 20 ribu terdapat anak tenaga kontrakor di sana, belum lagi keluarganya,” jelas Direktur PT FI.

Hal ini, sambung dia, telah memberikan manfaat dari sisi sosial bagi pembangunan di wilayah Kabupaten Mimika sendiri. “Bagi kami waktu yang diberikan enam bulan ini merupakan tuntutan sehingga waktu enam bulan ini kami akan manfaatkan betul dan kami akan tetap bekerjasama dengan pihak pemerintah agar tidak lagi kami selalu ketinggalan ritme dalam menyelesaikan rencana perpanjangan kontrak,” belanya. (Asma)

Related posts