Jumat, 17 September 21

Smartphone Bisa Dijadikan Alat Analisis Kimia

Smartphone Bisa Dijadikan Alat Analisis Kimia

Purwokerto, Obsessionnews – Tim Dosen Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. melakukan pengabdian masyarakat di bidang penerapan IPTEK pada Rabu (20/5/2015), berupa pelatihan penggunaan smart phone sebagai alat analisis kimia, pada siswa jurusan IPA kelas XI di SMA Al Irsyad Purwokerto.

Kepada Obsessionnews, Senin (25/5), dosen kimia Unsoed, Amin Fatoni PhD selaku Ketua Tim, menuturkan, penggunaan smart phone sebagai alat analisis kimia berdasarkan pada kenyataan bahwa analisis kimia, merupakan salah satu bidang penting ilmu kimia, yaitu analisis yang berhubungan dengan adanya atau kandungan suatu bahan dalam sampel berdasarkan reaksi kimia.

“Analisis ini dapat menentukan adanya logam, cemaran atau molekul penanda suatu penyakit, tergantung dari bidang aplikasi yang dipilih. Salah satu analisis kimia yang relatif sederhana tetapi mempunyai kinerja tinggi adalah metode spektrofotometri, yaitu penentuan kadar suatu bahan berdasarkan interaksi cahaya dan materi,” paparnya.

Namun demikian, analisis ini membutuhkan instrumen yang bernama spektrofotometer, meskipun kinerjanya bagus, tetapi harga instrumen ini relatif mahal (termurah 40 jutaan rupiah), sehingga tidak semua laboratorium kimia mampu mengadakannya.

Dalam kegiatan tersebut, Amin didampingi empat dosen kimia Unsoed lainnya, yaitu Dadan Hermawan PhD, Ely Setiawan MSi, Tien Setyaningtyas MSi dan Zusfahair MSi.

Lebih lanjut, Amin menejlaskan, keterbatasan alat tersebut merangsang para peneliti untuk mencari alternatif murah dalam analisis kimia berdasarkan reaksi yang menghasilkan perubahan warna. Beberapa peralatan di sekitar kita telah banyak diteliti dapat digunakan sebagai alternatif tersebut, seperti penggunaan kamera professional (DSLR), kamera poket, alat pemindai (scanner) dan kamera telepon genggam (smart phone).

“Telepon pintar (smart phone) merupakan telepon genggam yang memiliki beragam fitur, salah satunya adalah kamera. Pada saat ini, hampir semua orang memiliki telepon berkamera tersebut. Disamping fungsinya sebagai telepon, alat ini dapat juga dimanfaatkan sebagai alat analisa,” terangnya.

Secara garis besar, menurutnya, penggunaan smart phone sebagai alat analisis kimia meliputi pencampuran reagen kimia dengan sampel sehingga menghasilkan warna, yang dilanjutkan dengan pengambilan citra digital (foto) dari campuran tersebut dalam suatu tabung reaksi.

“Warna yang dihasilkan ini akan selaras dengan konsentrasi bahan yang akan ditentukan kandungannya. Citra (gambar) digital hasil dari smart phone ini selanjutnya di pindah ke laptop / PC untuk diolah,” jelas Amin.

Smart Phone analisis kimia-

Gambar-gambar yang berbeda warnanya ini selanjutnya diolah dengan perangkat lunak pengolah gambar (misalnya ImageJ atau Photoshop) untuk mengetahui intensitas warnanya (RGB=Red, Green, Blue). Intensitas warna yang berbeda-beda menunjukkan konsentrasi bahan yang berbeda. Dengan analisis regresi sederhana, maka konsentrasi suatu sampel dapat dihitung.

Pelatihan penggunaan smart phone sebagai alat analisis kimia ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa khalayak sasaran. Mereka mendapatkan pengalaman baru, bahwa peralatan disekitar kita, ternyata dapat digunakan sebagai alternatif instrumen kimia untuk analisis suatu bahan, sehingga memungkinkan siapa saja dapat mengaplikasikan ilmu analisis kimia secara murah dan mudah.

Selain menambah pengetahuan dan pengalaman bagi siswa SMA, kegiatan pengabdian ini diharapkan juga mampu menumbuhkan inovasi bagi siswa SMA sebagai penerus bangsa, untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam bidangnya masing-masing, menggunakan sumber daya yang ada, secara efisien. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.