Sabtu, 23 Oktober 21

Skim Kredit Khusus bagi Wirausaha Pemula Ditargetkan Rampung 2016

Skim Kredit Khusus bagi Wirausaha Pemula Ditargetkan Rampung 2016

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sedang menggodok skim kredit khusus bagi Wirausaha Pemula menyusul dikuranginya alokasi dana bantuan sosial untuk pengembangan wirausaha di Tanah Air.

“Nah untuk memenuhi kebutuhan starup capital untuk para WP (Wirausaha Pemula) itu kita sedang merancang konsep skim kredit khusus untuk mereka,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melalui siaran persnya, Minggu (28/2/2016).

Pihaknya belum memutuskan konsep seperti apa termasuk nama dari skim kredit baru ini, karena masih akan ada pembahasan lebih lanjut dengan para stakeholders. Sedangkan Kemenkop juga masih perlu koordinasi dengan Kemenkeu tentang kepastian kapan program ini mulai diberlakukan. Target sebelumnya, 2016 ini sudah harus berjalan.

“Saya baru satu dua minggu inilah nanti saya laporkan lagi, karena ini baru tahap pembahasan terus, karena itu menyangkut otoritas keuangan,” tambah Deputi bidang Pengembangan SDM, Kemenkop UKM Prakoso Budi Susetyom

Prakoso menjelaskan sejak dikurangi dana bansos, pengembangan wirausaha pemula dikhawatirkan terhambat karena mereka tidak bisa mengakses kredit usaha rakyat (KUR). Maka salah satu caranya yang dilakukan adalah dengan mencari terobosan baru dengan berlandaskan pada aturan perbankkan.

“Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan dan mengurangi kesenjangan antara level atas dengan level bawah. Untuk mengejar itu kita tidak bisa kalau hanya didiamkan saja,” katanya.

Syarat untuk mendapatkan skim kredit WP ini tidak jauh berbeda dengan KUR, yakni untuk pinjaman Rp 25 juta ke bawah tanpa agunan, dengan bunga 0,3 persen per bulan. Prakoso mengingatkan dengan adanya skim baru ini, jangan sampai tingkat NPL tinggi, kalau bisa nol persen.

“Oleh sebab itu nanti kalau sosialisasi ke seluruh Indonesia, nanti kita akan sampaikan, tapi tunggu kami sedang menggodok,” pungkas dia.

Untuk menggerakkan wirausaha di Indonesia seperti yang dilaksanakan selama ini. Dijelaskan Prakoso Budi, WP harus diberikan starup capital. Dengan demikian diharapkan WP bisa terus berkembang, dan target pemerintah minimal memiliki dua persen WP tercapai. Saat ini, Indonesia baru memiliki sebesar 1,65 persen wirausaha.

Jumlah tersebut masih jauh dari target minimal pemerintah. Indonesia masih kalah jauh dari Malaysia yang sudah 5 persen, menyusul Thailand 4 persen dan Singapura dengan jumlah penduduknya sedikit, jumlah pengusahanya justru tinggi yakni sudah sebesar 7 persen.

“Nah kita harus punya terobosan untuk menereobos aturan ini. Oleh sebab itun kita mainkan dari skim kredit baru untuk UKM khususnya,” terang Prakoso. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.