Rabu, 21 Oktober 20

Situasi Manusia di Alam Kubur

Situasi Manusia di Alam Kubur
* Ilustrasi alam kubur. (Foto: YouTube)

Alam barzah adalah alam kubur. Tahapan kehidupan manusia sesudah mengalami kematian. Namun belum berada di alam akhirat. Merupakan masa transisi perjalanan kehidupan manusia menuju akhirat, yakni sesudah terjadinya hari kiamat.

Ustadz Mulia Mulyadi memaparkan bahwa di alam barzah/alam kubur, tidak ada keterangan tentang tempat, tentang benda-benda seperti di dunia. Tetapi dijelaskan tentang “situasi/keadaan” manusia di alam itu.

Berbeda dengan di alam akhirat, misalnya di surga yang dijelaskan tentang tempat, luas surga…. Terdapat sungai-sungai, buah-buahan, pakaian dari sutera, perhiasan dari emas dan mutiara, sebagaimana yang ada di dunia fana, walaupun di surga jauh lebih baik berlipat ganda.

Al-Baihaqi mengungkapkan, amal shaleh akan membuat nyaman tempat tinggal di alam kubur.

Merujuk pada pendapat mujahid, tempat menyenangkan yang dimaksud ialah ‘suasana’ yang nyaman selama di alam barzakh.

Allah Ta’ala berfirman :

مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

“Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)”. (QS. Ar-Rum : 44).

Sedangkan orang-orang kafir akan mengalami penderitaan siksa adzab kubur. Oleh karena itu mereka minta dikembalikan ke dunia. sebagaimana terekam dalam Qur’an Suci,

Allah Ta’ala berfirman :

{حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100) }

“Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun : 99-100).
(Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.