Selasa, 30 November 21

Situasi Genting, RI Kirim Pesawat TNI-AU Evakulasi WNI di Yaman

Situasi Genting, RI Kirim Pesawat TNI-AU Evakulasi WNI di Yaman

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah RI memutuskan untuk mengirimkan pesawat milik TNI AU untuk melakukan evaluasi terhadap warga negara Indonesia yang ada di sana. Langkah itu diambil mengingat situasi keamanan di Yaman sudah sangat genting.

“Utamanya pesawat evakuasi keluar Yaman setelah itu kita pulangkan ke Indonesia,” ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (30/3/2015).

Situasi yang semakin memburuk di Yaman, menyusul operasi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi atas milisi Houthi di negara tersebut. Retno mengemukakan sejak 1 Maret lalu, sudah dilakukan evakuasi secara bertahap terhadap WNI yang berada di Yaman, dan sampai saat ini sudah 148 WNI yang berhasil dievakuasi.

“Namun, karena terjadi perubahan yang sangat drastis dalam waktu 1,2 hari ini, ada beberapa rencana evakuasi sudah kita persiapkan semuanya,” katanya.

Rencana evakuasi WNI dari Yaman, kata dia sudah dipersiapkan secara matang dan telah dikordinasikan dengan kementerian serta lembaga negara lain, termasuk dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Menlu juga menyebutkan, bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan 3 (tiga) negara, dengan Yaman, Oman, dan Saudi untuk memintakan flight clearance, untuk memintakan jaminan kemananan dalam evakuasi itu, sehingga diharapkan pesawat TNI AU yang melakukan evakuasi terhadap WNI terhindar dari serangan dari udara.

“Jumlah total warga WNI ada 4159. Dari jumlah itu, ada 2626 mahasiswanya, 1488 tenaga professional kita, 45 orang merupakan Staf KBRI dan Keluarga,” tutur Menlu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menambahkan pemerintah telah berupaya memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) di Yaman akibat semakin tidak stabilnya keamanan di sana.

Tedjo mengatakan tidak semua WNI berada di Yaman, melainkan ada beberapa WNI berlindung di negara-negara tetangga Yaman.

“Ada beberapa juga yang masih nyaman melindungi mereka. Yang penting keluar dulu dari Yaman ke negara sebelah. Dari sana baru dikembalikan ke Indonesia,” kata Tedjo. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.