Minggu, 4 Desember 22

Sistem Saringan Sampah Badan Air untuk Minimalisir Efek Bencana Banjir

Sistem Saringan Sampah Badan Air untuk Minimalisir Efek Bencana Banjir
* Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek saringan sampah Kali Ciliwung yang berlokasi di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022). (Foto: jakarta.go.id)

Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek saringan sampah Kali Ciliwung yang berlokasi di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Hal itu dilakukan untuk mengontrol saringan sampah di perbatasan, agar sampah yang masuk wilayah dalam kota dapat terkontrol.

Yang tidak kalah penting, lanjut Anies, saringan sampah ini juga bermanfaat untuk menjaga pompa-pompa pengendalian banjir yang dioperasikan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar tidak mengalami efek bendung yang dapat berakibat banjir.

“Seperti Pompa Waduk Pluit, Pompa Ancol, dan Pompa Gambir,” ujar Anies.

Baca juga: Anies Baswedan Sidak Saringan Sampah di Perbatasan Masuk Wilayah Dalam Kota

Pembangunan ini dilatarbelakangi adanya penekanan volume sampah yang terkonsentrasi hanya pada satu titik penanganan, yakni Pintu Air Manggarai dan Kali Ciliwung Jembatan Kampung Melayu saja, sehingga dibutuhkan penanganan di titik lain untuk meminimalisir efek bendung yang berkontribusi pada timbulnya bencana banjir.

“Terutama saat musim hujan dan terjadi sampah kiriman dari hulu Kali Ciliwung,” tambahnya.

Selain itu, keterbatasan ruang di Pintu Air Manggarai yang menyulitkan penambahan alat berat untuk percepatan penanganan sampah di badan Kali Ciliwung, sehingga dibutuhkan pemindahan fungsi penanganan sampah di Pintu Air Manggarai ke perbatasan DKI Jakarta agar meringankan beban kerja penanganan sampah di Pintu Air Manggarai

Kemudian, karakteristik sampah yang sangat beragam serta tuntutan dalam kecepatan waktu penanganan sampah juga membuat pengolahan sampah kurang efektif, sehingga sampah dibuang tanpa dipilah terlebih dahulu dan langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir.

Baca juga: Bikin Kejutan! Anies Baswedan Jadi Sopir Mikrotrans

Hal tersebut dapat memperpendek masa manfaat dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang diproyeksikan telah mendekati masa akhir.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup, Asep Kuswanto menjelaskan sistem kerja dari saringan sampah badan air ini. Pertama, ponton terapung yang diterapkan di lokasi saringan berfungsi untuk mengarahkan sampah ke segmen sungai.

“Sehingga dapat menghindari efek bendung akibat sampah yang tertahan di badan air,” ujarnya.

Kemudian penyaringan dilakukan secara berlapis, sehingga kegiatan pengambilan sampah dari badan Kali Ciliwung dapat dilakukan secara berjenjang, dari mulai saringan kasar sampai ke saringan lebih halus. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.