Rabu, 22 September 21

Sistem Online Berjalan, TPKS Sepi Antrean

Sistem Online Berjalan, TPKS Sepi Antrean
* Geliat ekonomi yang semakin meningkat membuat produksi bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang menguat. Terlebih dengan penerapan sistem online menjadikan pangkalan utama perdagangan internasional di Jawa Tengah ini semakin mantap melayani pelanggan. (Yusuf IH)

Semarang, Obsessionnews – Penerapan sistem online Terminal Peti Kemas Semarang pada 1 Juli lalu nyatanya sudah memberikan dampak signifikan terhadap operasional manajemen BUMN tersebut.

Asisten Manajer Operasi Terminal Peti Kemas, Purwanto Wahyu Widodo memaparkan, meskipun program online itu baru berjalan selama 5 hari, efektivitas sistem patut diacungi jempol. Hal ini terlihat dari lengangnya antrean pemakai jasa yang ingin mengurus perijinan bongkar muat.

“Efeknya sudah agak sepi (antrean). Biasanya kalau mau lebaran itu kan padet nih, sekarang udah sepi,” terangnya saat dihubungi obsessionnews.com.

Menurutnya, para pemakai jasa saat ini sudah mulai mengerti cara mengoperasikan formulir pengiriman barang di web TPKS.co.id. Terlebih pemakaian sistem online sangat membantu kinerja petugas dalam melayani pelanggan.

Berdasarkan pantauan obsessionnews.com, beberapa pemakai jasa masih melakukan prosedur standar pengiriman secara manual dengan membawa banyak berkas. Purwanto menjelaskan, pendaftaran barang melalui sistem manual tersebut disebabkan open stag kapal 5 hari sebelum kapal itu tiba.

“Maksimal di hari kamis besok sudah online semua. Karena baik booking konfirmasi impor ataupun ekspor sudah menggunakan online system, terutama yang ekspor,” tutur Purwanto.

Sedangkan untuk operasi pengiriman impor, pihaknya masih menunggu habisnya kuota impor yang telah dibongkar. Terkait dwelling time sendiri, Purwanto mengaku penggunaan sistem online mampu memangkas problema utama di gerbang perdagangan internasional itu. Hingga sekarang, TPKS mampu mencapai dwelling time selama 4,9 hari dari target pemerintah 4,7 hari.

“Tapi kalau secara semester kita sudah 4,7 hari. Bulan kemarin kita 4,9 karena ada peningkatan produksi, dan sempat beberapa kali error itu,” pungkasnya.

Terpisah, salah seorang pemakai jasa TPKS, Adi mengungkapkan, pemakaian sistem online dinilai menyulitkan. Ia merasa waktu tunggu mendapatkan NPE menjadi lebih lama. Jika sebelumnya customer membuat cetakan Box terlebih dahulu baru mendapatkan NPE, hal itu menjadi kebalikannya dalam sistem online.

“Padahal kalau kontainer mau dikirim ke pabrik, kan nunggu sampe itu selesai, semisal selesai sore kan dapetnya NPE malem. Kita susahnya di bank, kan sudah tutup,” keluhnya.

Bahkan apabila salah satu lembaga dalam pengiriman mengalami error, dalam hal ini Bea Cukai, maka pelaku usaha akan mendapatkan NPE lebih lama dari yang diperkirakan. Saat ditanya apakah lebih manual atau online, ia menjawab dengan dilematis. “Kalau sebenarnya NPE dulu, mungkin lebih enak online. NPE-nya itu yang susah.” (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.