Minggu, 1 Agustus 21

Sistem CEISA Terganggu, Pelayanan Bongkar dan Muat Kapal di Tanjung Priok Tetap Berjalan Normal

Sistem CEISA Terganggu, Pelayanan Bongkar dan Muat Kapal di Tanjung Priok Tetap Berjalan Normal
* Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: bumn.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Pelayanan bongkar dan muat kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tetap berjalan dengan normal walaupun sistem Bea Cukai sedang mengalami gangguan. Akibat dari gangguan sistem tersebut maka akan terjadi penumpukan barang  lebih dari biasanya di lapangan impor, dan sebaliknya lebih sedikit di lapangan ekspor.

 

Dalam beberapa hari terakhir sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang digunakan Bea Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai mengalami gangguan pada sisi database karena adanya force majeure di sistem IT.

 

“Untuk mengantisipasi potensi kongesti di pelabuhan sebagai dampak dari gangguan Sistem CEISA tersebut, terminal-terminal di Pelabuhan Tanjung Priok melakukan beberapa aksi penanggulangan. Antara lain memanfaatkan lapangan ekspor untuk penumpukan container impor, melakukan unlock capacity dengan optimalisasi lahan yang ada dan pemindahan lokasi sebagian container impor ke Tempat Penumpukan Sementara (TPS) lini 2,” kata EVP Sekretariat Perusahaan Ali Mulyono dikutip dari bumn.go.id, Kamis (15/7/2021).

 

Terminal juga bekerja sama dengan pihak Bea Cukai Tanjung Priok dalam pelaksanaan transaksi manual, baik ekspor untuk Nota Pelayanan Ekspor (NPE) maupun impor untuk Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB). Diprediksi akan terjadi Yard Occupancy Rate (YOR) yang tinggi pada Sabtu dan Minggu (17 – 18 Juli 2021) di semua terminal internasional.

 

“PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC telah melakukan rapat kordinasi bersama Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Syabandar Tanjung Priok, Bea Cukai Tanjung Priok dan seluruh terminal di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin timbul apabila aplikasi CEISA kembali normal,” kata Ali.

 

Diprediksi akan terjadi rush hour di mana pengambilan  atau pengiriman petikemas dari dan ke terminal secara bersamaan dan berpotensi mengakibatkan kepadatan pada saat yang sama. Selain itu IPC juga akan memberlakukan kebijakan extend closing time serta pembebasan denda atau keringanan storage progressive(red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.