Rabu, 19 Juni 19

Singgung Kasus Ahok saat Bertemu Romi, Jokowi: Hukum Harus Jadi Panglima

Singgung Kasus Ahok saat Bertemu Romi, Jokowi: Hukum Harus Jadi Panglima
* Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Jakarta, Obsessinnews.com – Indonesia memang dikenal sebagai negara yang penuh dengan kekayaan dan keanekaragaman budaya. Namun, tak dapat dipungkiri, keanekaragaman yang ada tersebut mungkin saja memunculkan perbedaan-perbedaan pandangan di antara sesama masyarakat.

Untuk memberikan koridor penyelesaian yang jelas bagi perbedaan tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah negara hukum.

Penegasan itu dikemukakan oleh Presiden Jokowi usai menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

“Pegangan kita adalah yang tercantum dalam konstitusi bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Sebagai negara hukum, semua harus berjalan berdasarkan atas hukum, bukan atas dasar pemaksaan kehendak. Apalagi dengan menggunakan kekuatan massa. Hukum harus menjadi panglima di negara kita,” tegas presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Romi, sapaan akrab Ketua Umum PPP, mengingatkan sekilas bahwa keanekaragaman merupakan dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keanekaragaman tersebut seharusnya dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita perlu kembali kepada dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memang menjadikan keanekaragaman itu sebagai kekayaan kita dan faktor perekat kita, bukan sebagai faktor pembeda kita. Itu hal yang paling prinsip karena kita adalah negara yang berbhinneka tunggal ika,” ujarnya.

Oleh karenanya, terkait dengan segala perbedaan yang ada, Romi mengajak seluruh pihak, utamanya kaum muslim, agar memberikan kesejukan bagi kalangan masyarakat. Karena menurutnya, kehadiran Islam itu untuk semesta alam, bukan hanya untuk umat Islam sendiri tetapi juga untuk seluruh umat manusia.

“Dan dalam kerangka itulah saya kira dalam kedudukan Islam sebagai perekat itu, maka wajah Islam yang dikembangkan di Indonesia adalah wajah Islam yang ramah, wajah Islam yang menarik, wajah Islam yang merangkul. Bukan wajah Islam yang garang, bukan wajah Islam yang membawakan kekerasan, dan juga bukan wajah Islam yang terus-menerus menimbulkan ketegangan,” ajak Romi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.