Minggu, 29 November 20

Sindir Amien Rais, PSI: Partai Allah Juga Banyak yang Korupsi

Sindir Amien Rais, PSI: Partai Allah Juga Banyak yang Korupsi
* Pendiri Partai PAN Amien Rais.

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyindir Amien Rais, bahwa kader dari salah satu parpol yang ia dikotomikan sebagai “partai Allah”, tidak semua bersih dari dosa. Banyak juga kader yang disebut “Partai Allah” itu juga terlibat kasus korupsi.

Misalnya, adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq yang divonis 16 tahun penjara dalam kasus suap impor daging sapi. Gubernur Zumi Zola yang merupakan kader PAN. Ia belum lama ini ditahan KPK karena kasus suap proyek APBD. Serta masih banyak kepala daerah lainnya.

“Apabila Pak Amien Rais bersikukuh kategorikan partai tertentu sebagai partai Allah, sangat melawan logika rakyat Indonesia bila mantan Presiden PKS dan Gubernur Jambi dari PAN bisa sampai berurusan dengan KPK,” ujar Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/4/2018).

Toni menyindir Amien dengan menyampaikan bahwa hal itu juga bisa berarti cara Allah menunjukkan perilaku dari kader-kader “partai Allah.” “Atau mungkin ini sebaliknya Pak Amien, bahwa yang Kuasa ingin tunjukkan watak asli partai-partai ini,” ujar Toni.

Lebih lanjut, menurut Toni, setiap partai di Indonesia sejatinya memiliki niat untuk membangun bangsa berdasarkan ideologi mereka. Toni menilai sikap Amien mendikotomikan partai tertentu sebagai “partai Allah” sementara partai lainnya sebagai “partai setan” adalah hal yang tidak bijak.

“Sebagai tokoh sepuh bangsa, kami merindukan petuah sejuk dari mantan Ketua MPR dan tokoh reformasi,” ujar Toni.

Sebelumnya, Amien yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 sekaligus pendiri PAN, mendikotomi parpol di Indonesia sebagai partai Allah dan partai setan. Partai Allah adalah partai yang membela Allah. Amien menyebut PAN, PKS, dan Gerindra.

Sementara kalangan yang tidak sejalan dinilai bergabung dengan partai setan. Ucapan itu disampaikan dalam tausyiah pada Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.