Kamis, 26 Mei 22

Sinar Harapan Pamitan Kepada Pembacanya

Sinar Harapan Pamitan Kepada Pembacanya

Jakarta, Obsessionnews – Situasi ekonomi yang melempem dan perkembangan media digital di banyak negara, termasuk di Indonesia, membuat satu-persatu koran menemui ajalnya. Yang terbaru koran sore Sinar Harapan resmi pamitan kepada pembacanya. Sinar Harapan edisi Kamis 31 Desember 2015 merupakan edisi terakhir koran terbitan Jakarta itu menyapa pembacanya. Mulai 1 Januari 2016 Sinar Harapan berhenti terbit dalam bentuk cetak dan online.

Sebelumnya Sabtu (7/11/2015) melalui surat elektronik Sinar Harapan mengumumkan berhenti terbit tersebut kepada para seluruh karyawannya.  Penyebabnya, investor melepaskan investasinya di Sinar Harapan.

“Investor melepaskan investasinya di Sinar Harapan. Oleh karena itu, Sinar Harapan akan berhenti terbit terhitung mulai 1 Januari 2016, untuk waktu yang tidak ditentukan, baik untuk media cetak maupun online,” kata Redaksi Sinar Harapan dan keluarga besar PT Sinar Harapan Persada dalam pesan elektronik.

Dalam keterangan itu dijelaskan Sinar Harapan sedang menghadapi masalah global dalam dunia penerbitan, di mana terjadi tren penurunan pasar seperti yang sedang melanda sejumlah media di beberapa negara. Sinar Harapan juga masih menghadapi masalah cash flow sejak terbit dalam format baru 14 tahun lalu.

Sinar Harapan terbit perdana pada 27 April 1961. Koran ini beberapa kali dibreidel, karena kritis terhadap isu-isu penting . Yang terakhir, pemerintah Orde Baru membekukan Surat Izin Penerbitan Pers (SIUPP) Sinar Harapan pada 9 Oktober 1986. Kemudian Sinar Harapan diterbitkan kembali pada 2 Juli 2001 oleh H.G. Rorimpandey dan Aristides Katoppo.

Dalam catatan akhir tahunnya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) merujuk data Nielsen yang menyebutkan dari 117 surat kabar yang dipantau, 16 media di antaranya telah gulung tikar pada 2015. Sementara untuk majalah dari 170 kini menyisakan 132 majalah.

Selain Sinar Harapan, media cetak lain yang telah duluan berhenti terbit antara lain Harian Bola, koran berbahasa Inggris Jakarta Globe, dan Koran Tempo edisi Minggu.

Harian Bola pertama kali terbit 7 Juni 2013. Edisi terakhirnya terbit pada 31 Oktober 2015.

Sedangkan Jakarta Globe terbit perdana 12 November 2008 . Edisi terakhir terbit pada 15 Desember 2015.

Sementara itu Koran Tempo memutuskan menghentikan edisi Minggu sejak 11 Oktober 2015. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.