Rabu, 8 Februari 23

Simposium di Kemenko Polhukam Rp5,5 Miliar Dinilai Janggal

Simposium di Kemenko Polhukam Rp5,5 Miliar Dinilai Janggal

Jakarta, Obsessionnews – Pengamat Anggaran Politik yang juga Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta kepada DPR untuk segera menegur, dan membatallan kegiatan simposium Nasional & Expo Cybersecurity yang akan digelar oleh Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam). Pasalnya, ia menilai hal ini melanggar undang undang seperti UU Keuangan Negara.

Adapun alasan lain pembatalan kegiatan simposium Nasional & Expo Cybersecurity (SNCS), lanjut Uchok, karena sumber dana kegiatan simposium ini ‘menyimpang’, bukan dari APBN tetapi dengan cara menjual logo ‘Kemenko Polhukam Republik Indonesia’ kepada sponsor dengan harga bervariasi. “Hal ini sangat memalukan sekali, Negoro disamakan dengan Duit,” sindirnya melalui pesan BBM-nya, Selasa (26/5/2015).

Uchok mengungkapkan, alokasi anggaran untuk kegiatan SNCS ini sesuai dari isi proposal dan buklet sekitar Rp5.5 miliar yang akan diperoleh dari para sponsor. Selanjutnya, kegiatan SNCS diharapkan akan menyumbang sebanyak 15 sponsor dan akan mendapat kategori seperti, untuk satu sponsor akan menyumbang sebesar Rp1 miliar akan dapat ketegori kelas Platinum.

“Diharapkan dua sponsor akan menyumbangkan sebesar Rp500 juta akan dapat kategori kelas Gold, dan diharapkan 10 sponsor akan menyumbang 250 juta akan mendapat kategori kelas silver,” tambahnya.

Menurut Uchok, kegiatan SNCS yang dilaksanakan oleh kementerian kordinator bidang Politik, hukum, dan keamanan berdasar pada surat perintah No.406/KEMENKO/POLHUKAM/SES/03/2015 yang ditanda tanganin oleh sekretaris Kemenko Polhukam, Langgeng Sulistiyono. Oleh karena surat perintah ini kurang kuat, dan banyak yang mengkritik maka keluar surat perintah yang kedua dengan No.659/KEMENKO/POLHUKAM/05/2015 yang ditandatangani langsung oleh Tedjo Edhi Purdijatno sebagai Menko Polhukam.

Dari gambaran di atas, lanjut Uchok, egiatan ini hanya membuat citra Kementerian Polhukam semakin buruk di mata publik. “Masa’ untuk sebuah kegiatan yang bernama SNCS 2015 atau simposium harus memakai dana ‘non budgeter’ atau berasal dari sumber sumber sponsorship atau swasta agar bebas dari auditor negara, dan akan mendapat keuntungan yang sangar besar dong, ‘iya pak menteri Tedjo’?” sinisnya.

Kemudian kegiatan simposium atau SNCS 2015 akan dilaksanakan pada 3 – 4 Juni 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, menurutnya, dana ini terlalu mahal dan besar, dan buat orang waras tidak masuk akal, alokasi anggaran sampai Rp5.5 miliar. “Untuk itu, lebih baik SNCS 2015 dibatalkan saja, dan kemenko polhukam kembali pada tugas pokok saja, bukan untuk mencari sponsor,” tuturnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.