Senin, 20 September 21

Sidang Isbat Tertutup Untuk Persaudaraan Umat Muslim

Sidang Isbat Tertutup Untuk Persaudaraan Umat Muslim

Jakarta, Obsessionnews – Komisi VIII DPR RI mengapresiasi langkah yang ditempuh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin yang melaksanakan sidang isbat penetapan 1 Ramadhan secara tertutup pada Selasa (16/5/2015).

Menurut Ketua Komisi VII DPR Saleh Daulay cara yang dilakukan oleh Lukman harus dipertahankan. Sebab, dengan suasana tertutup sidang isbat bisa menghasilkan kesepakatan bersama untuk menetapkan 1 Rhamadan tanpa perlu ada perdebatan yang dipertontonkan.

“Sidang tertutup itu nilainya tetap sama. Tujuannya kan hanya untuk memberi panduan kepada umat tentang kapan ibadah Ramadhan dimulai,” kata Saleh saat dihubungi, Selasa (16/5/2015).

Politisi Partai Amanat Nasional ini menduga Lukman telah berupaya untuk tidak memaksakan pendapat Ormas Islam tertentu dalam sidang ibsat tersebut. Selain itu, Lukman juga dianggap telah mengedepankan persatuan kelompok umat Muslim dengan meminimalisir perbedaan.

“Perbedaan dalam isbat tersebut tidak boleh dibesar-besarkan mengingat masing-masing memiliki argumen syar’i yang cukup kuat. Kalaupun berbeda, diyakini tidak akan mengurangi nilai ibadah yang dilaksanakan,” kata Saleh.

Menurut ‎ Saleh, sebagai Menteri Agama, Lukman memang harus bersifat netral, dan mau mengakomodir semua pendapat Ormas dalam menentukan 1 Rhamadan. Sebab, sebelumnya, sering kali Pemerintah sering berbeda dengan Muhammadiyah dalam menetapkan awal puasa dan 1 Syawal.

Pemerintah sering dianggap mewakili warga Nahdlatul Ulama (NU). Kedua Ormas ini adalah kelompok Umat Islam terbesar di Indonesia. Saleh pun meminta dengan ada putusan Menteri Agama yang menetapkan 1 Rhamadan jatuh pada 18 Juni disikapi dengan proporsional.

“Tahun ini kan kelihatannya sama. Jadi, tidak ada masalah. Saya yakin, semuanya akan baik-baik saja,” kata dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.