Jumat, 24 September 21

Siapakah Lucy Australopithecus? Betulkah Monyet itu ‘Mbah’ Manusia?

Siapakah Lucy Australopithecus?  Betulkah Monyet itu ‘Mbah’ Manusia?

Jakarta, Obsessionnews – Sejak Google Doodle merayakan merayakan hari di mana penemuan tertua di Bumi terungkap, lewat “Who Is Lucy Australopithecus?’, Selasa (24/11) langsung jadi google trend. Betulkan monyet berusia 3,2 juta tahun itu ‘mbah’ atau nenek moyang manusia?

 

Selama ini, kita menyakini bahwa nenek moyang manusia, adalah nabi Adam AS. Teori itu disanggah oleh Darwin, lewat teori Darwin, bahwa manusia sesungguhnya berevolusi dari kera atau monyet.

Tepat 41 tahun lalu, tim arkelog yang bekerja di Ethiopia menemukan beberapa bagian kerangka kuno. Penemuan berusia 3,2 juta tahun itu kemudian dinamakan Lucy.

Terdiri dari 47 tulang, yakni sekitar 40% bagian tubuh yang bisa membantu aliran informasi terkait transisi homo sapiens yang masih menyisakan banyak misteri hingga kini.
Temuan yang dinamai berdasarkan lagu The Beatles Lucy in the Sky with Diamonds ini menunjukkan rangka tubuh di mana ia kerap berjalan tegak dengan dua kaki.

Spesies Lucy, diketahui sebagai afarensis Australopithecus ini dipercaya sebagai jenis yang paling dekat dengan Homo Habilis.

Doodle yang digunakan oleh sang mesin telusur raksasa pun memperlihatkan afarensis Australopithecus berjalan di antara kera dan manusia modern.

Sekarang, tulang Lucy tersimpan di salah satu museum Ethiopia, meskipun pernah menjalani tur selama enam tahun , yakni pada 2008 hingga 2013 di Amerika Serikat.

Awal tahun ini, presiden Amerika Serikat, Barack Obama, datang untuk melihat fosil ini ketika melakoni perjalanan di Afrika.

Various plastic skulls and remains designed for educational purposes
Various plastic skulls and remains designed for educational purposes

Siapakah ‘Lucy’ itu?

Mengutip dari website http://australianmuseum.net.au/australopithecus-afarensi, spesies ini adalah salah satu yang paling terkenal dari nenek moyang kita karena sejumlah penemuan utama termasuk satu set jejak kaki fosil dan kerangka fosil yang cukup lengkap dari perempuan dijuluki ‘Lucy’.
Spesies ini hidup antara 3,9 dan 2,8 juta tahun yang lalu. Australopithecus berarti ‘kera dari Selatan “dan pada awalnya dikembangkan untuk spesies yang ditemukan di Afrika Selatan. Ini adalah genus atau kelompok nama dan beberapa spesies terkait erat sekarang berbagi nama ini.

Kata afarensis didasarkan pada lokasi di mana beberapa fosil pertama spesies ini ditemukan – Depresi Afar di Ethiopia, Afrika. (rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.