Kamis, 4 Maret 21

Siapa Tokoh Budha Myanmar Picu Bunuh Ribuan Muslim?

Siapa Tokoh Budha Myanmar Picu Bunuh Ribuan Muslim?
* Ashin Wirathu, tokoh Budha ekstrim Mynamar. (BBC)

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Al Hussein menyatakan, telah terjadi genosida (pembataian etnis) terhadap ribuan muslim Rohingya yang dilakukan kaum Budha ektrimis di Myanmar.

Laporan tentang perusakan desa-desa dan kuburan massal dengan buldozer menunjukkan usaha yang disengaja oleh otoritas Myanmar untuk menghilangkan bukti-bukti kejahatan internasional, termasuk kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kantor saya memiliki kecurigaan yang kuat bahwa genosida telah terjadi di Rakhine sejak Agustus 2017,” ungkap Al Hussein, seperti dikutip Reuters pada 7 Maret 2018 lalu.

Sejak 25 Agustus 2017, menyusul serangan tentara Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, barat Myanmar, lebih dari 6 ribu orang tewas dan delapan ribu lainnya terluka serta sekitar satu juta orang mengungsi ke Bangladesh.

Lantas siapa tokoh Budha ekstri Myanmar yang menjadi pemicu terhadap genosida/pembantaian kaum muslim di neara Myanmar itu?

Dia adalah Ashin Wirathu, biksu penghasut kebencian terhadap muslim di Myanmar. Bahkan, Wirathu menggambarkan masjid sebagai markas musuh, dan menyebut Muslim sebagai “anjing gila”.

Namun anehnya, selama bertahun-tahun pihak berwenang Myanmar memberi perlindungan kepada biksu Buddha Ashin Wirathu ini untuk terus menerus menyampaikan pidato penuh kebencian terhadap muslim.

Wirathu mengaku hanya melindungi agama dan budayanya, padahal ia penuh ujaran kebencian dan hasutan terhadap Muslim di Myanmar. (BBC)

Wirathu pertama kali muncul ke ranah publik pada tahun 2001 ketika memimpin kampanye boikot terhadap bisnis yang dimiliki oleh Muslim.

Cara bicaranya lembut saat wawancara, namun sangat emosional dan bersemangat saat pidato di depan umum.

Secara aktif ia berkampanye agar muncul undang-undang yang melarang laki-laki Muslim menikahi perempuan Buddha. “Anda tak bisa meremehkan ular karena tubuhnya yang kecil. Muslim seperti itu,” ujarnya.

Wirathui menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan bahwa Buddhisme di Myanmar akan kewalahan menghadapi peningkatan populasi Muslim.

Bulan Januari 2018, Facebook melarangnya karena tulisannya yang menyasar minoritas Muslim Rohingya. Ia pun mencari platform alternatif seperti Twitter, YouTube dan media sosial Rusia, VK.

Peningkatan popularitasnya yang pesat seiring dengan meningkatnya penderitaan yang dihadapi Muslim Myanmar, yang berjumlah sekitar lima persen dari populasi.

Di kantornya, Wirathu memajang poster yang disebutnya sebagai korban kekerasan kaum Muslim. (BBC)

Di tahun 2013 wajah Wirathu ditampilkan di Majalah Time sebagai “Wajah teror pemeluk Buddha”. Ia digambarkan sebagai “Bin Laden-nya Buddha” di sebuat film dokumenter tahun 2015.

Tahun 2015 PBB mengirim utusan khusus, Yanghee Lee, untuk menyelidiki persoalan minoritas Muslim di Myanmar, dan Wirathu menyebutnya sebagai “sundal” dan “pelacur”.

Laporan PBB tahun lalu menyebut tokoh-tokoh utama militer harus diselidiki untuk genosida di negara bagian Rakhine, dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memulai penyelidikan awal. Namun, Pemerintah Myanmar menolak laporan ini.

Pengikut Wirathu dianggap bertanggungjawab untuk kerusuhan anti Muslim di Rakhine tahun 2012, yang berpuncak pada eksodus 700.000 orang ke Bangladesh.

Myanmar tidak memiliki agama resmi, tetapi masyarakatnya sangat terpengaruh oleh agama Buddha – yang dianut oleh 90 persen penduduk.

Myanmar memiliki sejarah panjang kediktatoran militer dengan jumlah tentara mencapai 400.000 orang. Pendeta Buddha di Myanmar diperkirakan berjumlah 500.000 orang.

Wirathu awalnya diasosiasikan dengan organisasi bernama 969 yang diambil dari simbolisasi agama Buddha.

Namun kenyataannya kelompok ini dikenal karena kampanye anti Muslim mereka. Kelompok ini didukung oleh negara dan presiden Thein Sein tahun 2013 menyatakan dukungan itu secara terbuka. (*/BBC)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.