Senin, 17 Juni 19

Siapa Pencetus Lahirnya Dim Sum, Ini Faktanya

Siapa Pencetus Lahirnya Dim Sum, Ini Faktanya
* Makanan dim sum.

Jakarta, Obsessionnews.com – Masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing lagi dengan dim sum. Ya, makanan asli Tiongkok ini memang sudah melegenda di Tanah Air. Hampir semua orang suka karena makanan ini cukup nikmat. Sudah ratusan tahun dim sum menjadi milik makanan khas orang-orang Katon.

Sebelum dikenal hampir di seluruh dunia, dim sum merupakan kudapan utama penduduk Katon Tiongkok di wilayah selatan, termasuk Hong Kong yang didominasi oleh orang-orang Kanton. Maka, tidak heran jika mereka disebut-sebut sebagai pencetus lahirnya dim sum.

Dilansir dari KompasTravel, Minggu (27/1/2019) Aji Bromokusumo, penulis buku Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara, mengatakan, bahwa orang-orang Kanton yang banyak menghuni wilayah Guangdong punya kebiasaan menyeruput teh hijau di pagi hari dibarengi dengan beberapa camilan.

Awalnya, keberadaan teh lebih utama dibanding dim sum. Mereka bahkan menyebut kebiasaan di pagi hari itu dengan “yam cha” (menyeruput teh). Dim sum sendiri dianggap sebagai camilan melengkapi minuman teh hangat.

Namun, seiring berjalannya waktu, dim sum malah jauh lebih populer. Aji mengatakan, hal ini dipengaruhi oleh faktor pelafalan “dim sum” yang lebih mudah diucapkan orang-orang Inggris.

Seperti yang diketahui, wilayah Hong Kong memang pernah menjadi koloni Inggris sebelum dikembalikan ke Tiongkok pada 1997.

“Dim sum merupakan pelafalan orang-orang Kanton terhadap dianxin (baca: tien sin). Maknanya berarti ‘sedikit menyentuh di hati’,” papar Aji. Dalam bahasa Mandarin, dianxin secara harfiah juga berarti kudapan.

Meskipun awalnya hanya dikenal sebagai camilan, tapi saat ini dim sum tak lagi terikat pada tradisi awalnya.

Berbagai restoran kini menawarkan menu dim sum tak hanya sebagai menu sarapan. Anda dapat menyantap aneka ragam dim sum hingga kekenyangan. Ia juga tak harus dimakan bersama teh hijau. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.