Senin, 18 Oktober 21

Siapa Korban Buni Yani…? Tidak Ada !!

Siapa Korban Buni Yani…? Tidak Ada !!
* Sri Bintang Pamungkas.

Oleh: Sri Bintang Pamungkas, Aktivis

 

Sejauh yang saya tahu dan dengar, Majelis Hakim tidak menyampaikan dengan jelas siapa yang menjadi Korban dari hasil rekaman Buni Yani dalam Perkara tersebut.

Tetapi Majelis Hakim bicara panjang-lebar perihal rekaman Buni Yani tersebut, yang intinya Buni Yani dipersalahkam telah merekayasa rekaman ujaran penistaan agama oleh Basuki “Ahok” Purnama di Pulau Seribu, sehingga rekaman tersebut menjadi sangat kacau.

Rekaman yang amat sangat kacau itulah menurut Majelis Hakim yang dibuat dan disebarkan oleh Buni Yani. Itulah yang disebut Majelis Hakim sebagai TERDAKWA TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN BERSALAH.

Sehubungan dengan Korban tersebut, dapat dicatat beberapa hal sebagai berikut:

1. Siapa yang menjadi korban hasil rekaman Buni Yani tidak disebut-sebut dalam Sidang-sidang Pengadilan Buni Yani.

2. Amat disayangkan, Pembela Buni Yani tidak mendesak Majelis Hakim untuk mendatangkan Korban sebagai SAKSI. Padahal Korban adalah yang pertama kali harus dihadirkan sebagai SAKSI, sebelum saksi-saksi lain dihadirkan (KUHAP).

3. Dalam persidangan dengan Ahok sebagai Terdakwa, rekaman yang dijadikan bukti dan diucapkan berkali-kali olrh JPU dan Majelis Hakim, adalah rekaman resmi yang dihasilkan oleh Biro Pemda DKI Jakarta.

4. Di dalam Persidangan Terdakwa Ahok itu samasekali tidak disebut-sebut nama Buni Yani, rekaman hasil rekayasa Buni Yani, apalagi upaya menghadirkan Buni Yani sebagai SAKSI.

5. Terdakwa Ahok yang akhirnya dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan segera masuk tahanan sebagai narapidana, sama sekali tidak ada kaitannya dengan bukti rekaman hasil rekayasa Buni Yani.

6. Terdakwa Ahok dijatuhi hukuman bukan sebagai akibat dari rekaman hasil rekayasa Buni Yani.

7. Buni Yani sendiri bersumpah Mubahalah di bawah Al Quran, di depan Majelis Hakim, tidak merekayasa rekaman sebagaimana dituduhkan kepadanya.

8. Majelis Hakim telah membuat PUTUSAN yang menghukum Terdakwa Buni Yani, tidak berdasarkan keadilan dan kebenaran serta Ketuhanan Yang Maha Esa, bahkan berani menantang laknat Allah Swt. Hukuman mana diperberat dengan DENDA yang tidak jelas tentang KERUGIAN NEGARA yang diperbuat Terdakwa.

9. Perbuatan Terdakwa Buni Yani, apa pun itu, tanpa ada bukti siapa yang menjadi Korban dari perbuatannya itu, tidak bisa digunakan untuk menghukum Terdakwa. Dengan kata lain, Terdakwa harus diputus BEBAS.

10. Bukti, bahwa Ahok dihukum dengan bukti-bukti yang samasekali tidak ada kaitannya dengan perbuatan Terdakwa Buni Yani, khususnya rekaman yang dituduhkan sebagai hasil rekayasa Buni Yani, bisa dijadikan bukti dan alasan, sebagai temuan untuk mengajukan Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung oleh Terdakwa Buni Yani.

@SBP

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.