Selasa, 19 Oktober 21

Siapa Calon Kapolri Pengganti Budi Gunawan?

Siapa Calon Kapolri Pengganti Budi Gunawan?

Jakarta, Obsessionnews – Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Januari 2015, langkah Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri akhirnya tersendat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menunda pelantikan BG sebagai Kapolri dan memintanya untuk fokus pada proses hukum yang harus ia jalani.

Sudah hampir tiga minggu, Presiden Jokowi menunda pelantikan BG. Tepatnya sejak Jokowi ‎ menunjuk Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman yang resmi diberhentikan dengan hormat sebagai Kapolri pada 16 Januari 2015. Pertanyaanya sampai kapan Presiden terus menunda pelantikan BG?

Apakah Presiden akan melantik BG atau mengusulkan nama calon Kapolri yang baru? ‎Ketua Tim Independen 9 (Tim 9) Buya Sjafi’i Ma’arif mengatakan, Presiden Jokowi hampir bisa dipastikan tidak akan melantik BG sebagai Kapolri. Menurutnya, Jokowi lebih mau mendengarkan keinginan masyarakat dibanding partai pendukungnya. Hal itu demi untuk  mengedepankan moralitas publik. “Saat telpon saya, alasan pertamanya adalah demi moralitas publik,” aku Buya, Rabu (4/2/2015).

Keinginan itu sudah sesuai dengan hasil rekomendasi Tim 9 terhadap Presiden yang meminta agar BG tidak dilantik sebagai Kapolri. Hanya saja, Sjafi’i mengatakan Presiden saat ini butuh waktu untuk memberikan keputusan yang tepat. Janjinya di Istana Negara, Presiden akan memberikan keputusan pada minggu depan.

Jika demikian, lantas siapakah nama yang akan dipilih oleh Presiden untuk menjabat Kapolri definitif. Berdasarkan informasi yang dihimpun Obsessionnews, setidaknya ada lima nama yang akan diajukan oleh Komisi Ke‎polisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden. Mereka yakni, Wakil Kepala Polri Komjen Barodin Haiti, Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso, Inspektur Pengawas Umum Polri Komjen Dwi Priyatno, Eks Kabareskrim Komjen Suhardi Alyus dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Putut Bayu Seno.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin‎ mengaku tidak mempersoalkan siapapun yang akan maju dan dipilih oleh Jokowi sebagai Kapolri. Termasuk salah satunya adalah Budi Waseso yang baru saja naik pangkat dilantik menjadi jenderal bintang tiga oleh Plt Kapolri Badrodin. Sebagian pihak ada yang mengatakan Budi Waseso tidak pantas dicalonkan sebagai Kapolri karena telah melakukan kriminalisasi terhadap KPK.

“Kriminalisasi itu harus dibuktikan dalam pengadilan. Selama belum ada keputusan pengadilan tidak masalah,” tegas Aziz di gedung DPR, Senayan, Kamis (5/2/2015).

Lebih lanjut politisi Partai Golkar itu mengatakan, siapa pun yang akan dipilih oleh Presiden sebagai calon kapolri, tetap harus mengikuti aturan yang berlaku yakni dengan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Dalam proses itu, kata dia, layak atau tidaknya calon kapolri akan diuji. Karenanya, Aziz lebih senang untuk menghormati mekanisme yang sudah ditentukan.
“Kalau sudah dinyatakan lolos fit and proper test, ya bisa saja jadi kapolri,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Nasir Djamil memilih untuk tidak banyak komentar terkait kabar batalnya Presiden melantik BG sebagai Kapolri. Ia belum sepenuhnya percaya dengan adanya kabar tersebut sebelum benar-benar ada keputusan resmi dari Presiden, apakah BG dilantik atau mengusulkan nama baru. “Kan masih dikabarkan, belum positif. Saya menunggu keputusan Presiden,” kilahnya saat dikonfirmasi melalui SMS, Kamis (5/2/2015).

Bahkan saat dimintai tanggapan mengenai siapa kiranya yang layak untuk dipilih sebagai kapolri, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga enggan berkomentar terlalu jauh. Menurutnya, lebih baik Presiden menunggu proses pra pradilan Budi Gunawan selesai sebelum akhirnya Presiden memilih calon kapolri yang baru. ‎”Saya tidak mau mendahului presiden, biar proses hukum di praperadilan selesai,” tuturnya.

Presiden Jokowi sendiri saat ini tengah melakukan kunjungan kerja luar negeri ke Malaysia, dan rencananya akan dilanjutkan untuk mengunjungi negara Brunai Darusalam, dan Philipina. Berdasarkan jadwal kepresidenan di Istana Negara kunjungan kerja Jokowi akan berlangsung selama satu pekan. Publik pun masih setia menunggu manuver politik dari Jokowi.

Nama Calon yang Disebut
Berikut profil singkat para jenderal polisi yang disebut-sebut akan menduduki jabatan tertinggi di institusi Bhayangkara itu.

1. Komjen Pol Budi Waseso, kelahiran Jakarta, namanya mendadak terkenal setelah dia dijadikan Kepala Bareskrim menggantikan Suhardi Alius. Budi Waseso adalah anak buah Budi Gunawan yang pernah menjabat sebagai Kapolda Gorontalo tahun 2012 dan juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri.  Lulusan Akpol 1985 ini juga pernah menjabat sebagai  Widyaiswara utama disespim polri.

2. Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, kelahiran Tulungagung Jawa Timur, adalah bekas ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak 18 Maret 2014 ia sudah mengemban amanat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Penganti Badrodin Haiti. ‎Lulusan Akpol 1984 ini berpengalaman dalam bidang lantas. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah sebagai Kapolda Metro Jaya. Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, dan Jawa Barat.

3. Komjen Pol Badrodin Haiti, kelahiran Jember Jawa Timur, adalah lulusan Akpol 1982 yang pernah menjabat sebagai Wakapolri Jenderal Sutarman, ‎dan sebelum itu ia pernah mengemban tugas sebagai Kabharkam Mabes Polri tahun 2013. Secara karier Badrodin juga terbilang sukses di Kepolisian, ia tercatat sebagai mantan Kapolda Banten, Kapolda Sulawesi Tengah, dan Kapolda Sumatera Utara.

4. Komjen Pol Dwi Priyatno, kelahiran Purbalingga Jawa Tengah, salah seorang petinggi Polri yang saat ini ‎menjabat sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum). Ia adalah mantan Kapolda Metro Jaya tersingkat yang pernah menjabat selama lima bulan saja. Lulusan Akpol 1982 ini berpengalaman dalam bidang Lantas, ia pernah mengawali kariernya di Kepolisian sebagai Kapolsektif Jatibarang Indramayu, Jabar. Ia juga sempat menjadi sesdit Lantas Polda Kalteng, Priyanto bahkan pernah diberi mandat untuk menjadi Atase Kepolisian (SLO) KBRI Malaysia.

5. Komjen Pol Suhardi Alius, kelahiran Jakarta, sekarang menjabat sebagai ‎Sekretaris Utama Lemhannas menggantikan Komjen Poy Salamudin. Sebelumnya ia adalah mantan Kapala Bareskrim Polri. ‎Suhardi juga pernah menjabat Kepala Devisi Hubungan Masyarakat Polri, lalu Kapolda Jawa Barat. Seiring penunjukan Suhardi Alius sebagai Kepala Bareskrim, kini menjadikan Akpol Angkatan1985 yang sudah mampu menembus jenderal bintang tiga.

Kabarnya, Kompolnas mencoret nama Komjen Pol Suhardi Alius dari bursa calon Kapolri, untuk selanjutnya digantikan dengan Komjen Budi Waseso yakni Kabareskrim Polri baru naik pangkat yang juga mantan anak buah Budi Gunawan. Menurut Anggota Kompolnas M Nasser, alasan pencoretan nama Suhardi Aliun karena yang bersangkutan terlalu muda yaitu alumni Akabri Angkatan 1985.

Menurutnya, Kompolnas akan menyerahkan empat nama kepada Presiden Jokowi. Dari Angkatan 1982 adalah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, serta dari Angkatan 1984 yaitu Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso dan Kabaharkam Polri Komjen Putut Eko Bayuseno.

Sementara itu, Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum UGM, Hifdzil Alim, berharap Kompolnas tidak menyertakan Komjen Budi Waseso sebagai calon Kapolri karena bakal bisa memicu masalah dengan lembaga penegak hukum lain, apalagi penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dilakukan tidak etis. “Budi Waseso ini satu klen dengan Budi Gunawan. Dicoret saja!” desaknya.

Bahkan, Kabareskrim Budi Waseso yang baru saja naik pangkat menjadi komjen bintang tiga pada Kamis (5/2/2015), diduga “orang dekat” Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono. Pasalnya, saat pelantikan Kabareskrim dan kenaikan pangkat Komjen Budi Waseso hanya ada karangan bunga dari Hendropriyono, mantan Kepala BIN.

Sayangnya, Kompolnas tidak mengikutsertakan jenderal bintang dua senior sebagai kandidat calon Kapolri. Mereka diantaranya adalah Gubernur Akpol Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Anas Yusuf, Kapolda Jabar Irjen Pol Moh Iriawan, dan Kadiv Provam Mabes Polri Irjen Pol Syafrudin.

Sebagai catatan, Irjen Pudji Hartanto adalah lulusan Akpol Angkatan 1983 yang pernah menjadi Ajudan Wakil Presiden RI Hamzah Haz tahun 2001-2004, Wakapolda Banten, Kapolda Kepulauan Riau, Irwil II Itwasum Polri, dan Staf Ahli Manajemen Kapolri tahun 2011-2012. Sedangkan Irjen Anas Yusuf lulusan Akpol 1983 pernah menjabat sebagai Wakabareskrim Polri,  Kapolda KalimatanTimur, Kapolres Kendal dan Kapolres Pekalongan, Jawa Tengah.

Sementara Irjen Moh Iriawan adalah lulusan Akpol 1984 yang kini menjabat Kapolda Jawa Barat. Petinggi Polri yang berpengalaman dalam bidang reserse ini pernah juga menjadi Kapolda NTB. Selanjutnya, Irjen Syafrudin yang mantan Ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ini pernah juga menjabat Wakapolda Sumut, kemudian Kapolda Kalimantan Selatan. (Albar)

Related posts