Sabtu, 29 Januari 22

Siap-siap, Sertipikat Tanah Akan Berbentuk Elektronik

Siap-siap, Sertipikat Tanah Akan Berbentuk Elektronik
* Sertipikat Tanah akan berubah menjadi Sertipikat Elektronik. (Foto: 99.co)

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengubah Sertipikat tanah kertas menjadi Sertipikat elektronik.

Namun Sertifikat elektronik akan berlaku setelah Keputusan Menteri (Kepmen) Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) keluar. Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data dan Informasi Tata Ruang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kementerian ATR/BPN Virgo Eresta Jaya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/2/2021).

“Timeline-nya (pemberlakuan sertifikat elektronik) itu nanti akan keluar setelah Kepmen ATR/BPN,” terang Virgo.

Virgo mengatakan, uji coba sertifikat elektronik akan dilakukan di lingkungan internal Kementerian ATR/BPN terlebih dahulu. Setelah itu, pada akhir Februari hingga awal Maret akan diuji coba di beberapa Kantor Pertanahan (Kantah) sebagai pilot project.

“Kami harapkan, tahun 2021 ini pada akhir atau pertengahan, masyarakat bisa menikmati kemudahan sertifikat elektronik ini,” tuntas Virgo.

Mengenai data, Virgo mengatakan
Data itu merupakan data pemegang hak, data fisik, dan data yuridis bidang tanah yang valid dan terjaga otentikasinya. “Masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan keamanan pendaftaran tanah elektronik ini”, ujarnya.

Sebab, Lanjut Virgo, penyelenggaraan pendaftaran tanah dengan sistem elektronik ini dilaksanakan secara andal, aman, dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan sistem elektronik untuk pelaksanaan pendaftaran tanah ini nantinya meliputi pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data.

“Hasil penyelenggaraan sistem elektronik itu berupa sertifikat tanah dalam bentuk dokumen elektronik” pungkas Virgo.

Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dwi Purnama menuturkan, dengan adanya sertifikat elektronik, diharapkan dapat menimalisir sengketa di pengadilan oleh masyarakat.

“Dengan mendaftarkan sertifikat elektronik dapat mengurangi jumlah sengketa, konflik di pengadilan,” ungkap Dwi dalam jumpa pers secara virtual, Selasa (2/2).

Dwi mengatakan, nantinya hasil sertifikat elektronik akan menjadi alat bukti hukum yang sah. Selain itu, dokumen sertifikat itu dikatakan dapat mengurangi tindakan kecurangan atau pelanggaran hukum, seperti pemalsuan sertifikat tanah maupun duplikasi.

Dokumen yang diterbitkan pun, ungkap Dwi, melalui sistem elektronik yang disahkan menggunakan tanda tangan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi enggak ada tuh sertifikat-sertifikat aspal (asli tapi palsu),” ucapnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.