Minggu, 23 Januari 22

Shalat Tarawih di Monas Akhirnya Dibatalkan

Shalat Tarawih di Monas Akhirnya Dibatalkan
* Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah mendapat kritikan dari berbagai pihak terutama dari kelompok Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Pemerintah Provinsi DKI akhirnya membatalkan rencana shalat tarawih berjamaah di Monas pada 26 Mei mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut, rencana shalat tarawih berjamaah yang digelar di Lapangan Monas akan dipindahkan ke Masjid Istiqlal. Sandi mengatakan, saat ini Pemprov DKI sedang berkoordinasi dengan pengurus Masjid Istiqlal untuk itu.

“Kita lagi mencoba berkoordinasi dengan Masjid Istiqlal, apakah bisa melakukan satu koordinasi supaya buka puasa dan tarawihnya bisa dilakukan di Masjid Istiqlal,” kata dia di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Sandi mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Anies Baswedan terkait rencana ini. Anies, kata Sandi, menyampaikan bahwa pemprov akan mengikuti keinginan ulama. Di mana sebelumnya banyak ulama yang menolak rencana shalat tarawih di Monas.

Sandi menyebut telah berkoordinasi dengan NU, Muhammadiyah dan MUI terkait rencana tarawih di Monas yang akhirnya menuai polemik itu. Menurutnya, rencana tarawih besar yang dilakukan bersama-sama dengan mengajak seluruh warga DKI ini tetap akan dilakukan pemprov.

Hanya saja tempatnya yang semula direncanakan di Lapangan Monas akan digeser ke Masjid Istiqlal. “Jadi itu yang kami akhirnya putuskan bahwa kita akan berusaha berkoordinasi dengan Masjid Istiqlal untuk memindahkan sedikit ke Masjid Istiqlal,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengaku heran dengan ide shalat tarawih di Lapangan Monas yang digagas Pemprov DKI. Sebab, tak jauh dari kawasan Monas terdapat Masjid Istiqlal, tempat ibadah yang mampu menampung ratusan ribu jamaah.

“Saya kok ragu ya kalau alasannya tarawih di Monas untuk persatuan. Logikanya apa ya? Bukankah Masjid Istiqal yang megah itu simbol kemerdekaan, kesatuan dan ketaqwaan,” kata dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.