Sabtu, 19 Oktober 19

Setia N. Milatia Moemin Berinovasi Tanpa Henti

Setia N. Milatia Moemin Berinovasi Tanpa Henti
* Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatia Moemin. (Foto: Fikar Azmy)

Project resort di Belitung memanfaatkan bus-bus yang tidak lagi terpakai, karena izinnya telah habis. Di sana nantinya akan ditempatkan sekitar 70 unit bus.

 

Menduduki jabatan sebagai direktur utama di perusahaan yang dipenuhi laki-laki tidak lantas membuat Setia N. Milatia Moemin gentar. Mengawali kepemimpinannya sejak Desember 2017, dia sukses membawa Damri bertransformasi menjadi perusahaan yang jauh lebih modern. Wanita yang akrab disapa Tia ini tidak mengepalai Damri dengan tangan kosong dan tanpa memiliki bekal.

Tia telah lama berkarier di bidangnya dan dikenal sebagai pakar transportasi. Dia bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta periode 1998-2003. Kini, dia bertekad untuk membangun Damri menjadi perusahaan transportasi modern. Pada tahun 2018, Perum Damri berhasil mencetak laba sebesar Rp21 miliar atau naik sekitar 300% disbanding tahun sebelumnya.

Menurut penuturan Tia, angka tersebut bisa diraih dari adanya peningkatan kualitas yang dilakukan. Salah satunya dengan memberlakukan e-ticketing.

E-ticketing dan dengan SOP yang lebih ketat, dilakukan supaya bisa mengumpulkan uang lebih banyak. Di sisi lain juga diterapkan cost control. Sebelumnya tidak dilakukan, semua manual. Jadi setiap pembelian spare part, ditulis manual di kertas. Itu artinya bisa dihapus dan diganti. Kami jadi tidak pernah tahu yang dibeli itu ada pada bus mana. Ini yang diubah total dibuat menjadi SIMA Damri (Sistem Informasi Managemen Armada), sehingga kita tahu ada pada bus sekian dan kapan harus ganti,” ujar wanita lulusan Teknik Sipil Transportasi Universitas Indonesia ini.

Selain melakukan inovasi dengan e-ticketing, ada pula project resort di Belitung yang memanfaatkan bus-bus yang tidak lagi terpakai, karena izinnya telah abis. Di sana nantinya akan ditempatkan sekitar 70 unit bus. Selain di Belitung, program bisnis bus hotel juga akan dijalankan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Program ini merupakan inovasi yang dilakukan untu mengurangi bus yang tidak lagi terpakai. Belitung dan Mandalika dipilih, karena memiliki panorama alam yang sangat cantik. Tidak hanya diperuntukan menjadi hotel berkelas, bus-bus yang tidak lagi digunakan juga direkonstruksi sebagai bus perpustakaan. Ke depannya bus perpustakaan akan ditempatkan di desa-desa agar meningkatkan minat membaca anak-anak setempat.

Tidak hanya itu, Tia juga mengubah sistem Key Performance Indicator (KPI) yang selama ini berlaku. “KPI sangat baku seperti KPI birokrasi. Sekarang lebih detail, sehingga bisa objektif dibanding dulu. Ya, itulah challenge-nya. Insya Allah bisa dilakukan. Tapi visinya adalah menjadi perusahaan modern dengan teknologi mutakhir kelas dunia. Saya berharap Damri bisa beroperasi di negara lain,” tuturnya.

Di sisi lain, kenaikan tarif pesawat pada musim mudik 2019 juga berimbas pada meningkatnya penumpang Damri. Menghadapi hal tersebut, Damri menyediakan 192 unit bus untuk angkutan reguler dengan target penumpang 103,2ribu orang. Bus tersebut akan melayani kantor cabang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Ponorogo, dan Malang.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan bus tambahan sebanyak 150 unit dengan target penumpang 23 ribu orang. Ada pula angkutan lokal dengan armada sebanyak 166 unit dan target penumpang 111,7 ribu orang.

Di bawah kepemimpinannya, banyak penghargaan yang diterima Perum Damri. Salah satunya adalah gelar Innovative Company in Providing e-Ticketing Service kategori transportation and warehousing dari majalah Warta Ekonomi pada acara Indonesia Digital Innovation Award. Damri mendapat dua penghargaan sekaligus di acara Indonesia Innovation Award 2019. Pertama, penghargaan Best Over All diberikan sebagai apresiasi tertinggi pada perusahaan kreatif dan inovatif yang merupakan perusahaan terbaik dalam menciptakan budaya inovasi. Kedua, Best Innovation of Transportation yang diberikan atas bentuk apresiasi kepada perusahaan di Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi terbaik, sehingga dapat terus berkembang dan berkompetisi dalam ketatnya persaingan dalam industri 4.0. Masih di ajang yang sama, sang direktur utama pun mendapat penghargaan Best CEO 2019 atas kebijakannya membuat inovasi-inovasi di perum Damri. (Indah Kurniasih)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession Edisi Agustus 2019 dengan tema “17 Perempuan Tangguh 2019”

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.